Running Text

ADVOKASI HAJI DARI DAN UNTUK JAMAAH (KLIK DI SINI) PENINGKATAN LAYANAN HAJI 2017 BUKAN CERITA 'DONGENG' (KLIK DISINI) ABDUL DJAMIL, PEMIKIR CERDAS DAN TOKOH PERUBAHAN HAJI INDONESIA (KLIK DISINI) AFFAN RANGKUTI: SELAMAT DATANG JEMAAH HAJI INDONESIA SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE-71, NKRI HARGA MATI” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “SELAMAT JALAN JEMAAH HAJI INDONESIA 2016 SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI REGULER TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) KEMENAG DAN DPR SEPAKATI BPIH 2016 TURUN 132 USD DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI KHUSUS TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) SELAMAT ATAS KEMENANGAN MUSA LA ODE ABU HANAFI YANG MERAIH JUARA KETIGA DALAM AJANG MUSABAQAH HIFZIL QURAN (MTQ) INTERNASIONAL DI MESIR SELAMAT ATAS LAHIRNYA CUCU PRESIDEN JOKO WIDODO DASAR HUKUM MENJERAT TRAVEL HAJI DAN UMRAH NAKAL (KLIK DISINI) POTENSI PDB INDUSTRI JASA UMRAH 16 TRILYUN RUPIAH PER TAHUN JOKOWI AJAK TWITTER SEBARKAN PESAN TOLERANSI DAN PERDAMAIAN MENAKAR INDUSTRI JASA HAJI DAN UMRAH NASIONAL DI ERA PASAR BEBAS ASEAN SELAMAT ATAS PELANTIKAN SOETRISNO BACHIR MENJADI KETUA KEIN KAPOLRI BERTEKAD PERANGI AKSI TEROR
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2016

Dokter Ganteng ini Jadi Idola PSK

Dokter Tri Kusumo Bawono melakukan pelayanan kesehatan
untuk PSK di Pasar Kembang (Sarkem) Yogyakarta
sejak tahun 2004. Foto: KOMPAS.COM/WIJAYA KUSUMA
Yogyakarta (WarkopPublik)--"Dokter idola", itulah sebutan yang diberikan para pekerja seks komersial (PSK) di Sarkem (Pasar Kembang), Yogyakarta, kepada Tri Kusumo Bawono.

Dokter yang sejak 2004 menangani kesehatan warga di wilayah Sosrowijayan ini dikenal sebagai sosok yang humoris dan ramah sehingga cepat dekat dengan warga, tokoh masyarakat, dan para PSK yang ada di Sarkem. Sebutan dokter idola juga disematkan karena warga terkesan dengan pria berparas ganteng ini.

Tri merupakan lulusan Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2003. Pada tahun 2004, pria kelahiran 6 Juli 1972 ini lantas menjadi dokter pegawai tidak tetap (PTT) di Puskesmas Gedongtengen, Kota Yogyakarta.

"Saya masuk kuliah angkatan pertama di Kedokteran UMY. Tahun 2003 lulus, lalu 2004 jadi PTT di sini (Puskesmas Gedongtengen)," ujar Tri saat ditemui Kompas.com seusai acara dialog dengan PSK Sarkem di Balai RW 03 Sosrowijayan Kulon, Senin (15/03/2016).

Pada awal tugas menjadi dokter PTT, Tri mendapat tugas mengikuti pertemuan dengan pihak pengelola, LSM, keamanan dan para tokoh yang ada di wilayah Pasar Kembang. Pertemuan itu diadakan setelah terdata ada sekitar 13 kasus HIV ditemukan di Pasar Kembang.

Pada pertemuan itulah, dia pertama kalinya menginjakkan kaki di Sarkem dan berkenalan dengan para tokoh yang ada. Dari pertemuan itu, Tri dan rekan-rekannya membentuk klinik pelayanan khusus di Sarkem.

"Saya dan beberapa teman mendapat pelatihan, lalu kami disini mendirikan klinik tes HIV dan rehab napza," ucapnya.

Kerap ditolak

Awalnya, Tri mengaku sempat pesimistis mampu memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS dan upaya pencegahannya kepada warga serta para PSK. Pasalnya, semua orang tahu bahwa wilayah Sarkem dicap negatif dan disebut-sebut sebagai "daerah hitam".


"Ya awalnya memang saya berpikiran ini pasti sulit. Kan salah satu wilayah pelayanannya di Sarkem, semua tahu seperti apa Sarkem saat itu," katanya.

Dia bercerita, kekhawatirannya itu memang terjadi. Dia dan timnya sering mendapat penolakan ketika ingin mengedukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada para pekerja seks komersial (PSK).

"Wah tantangan pasti ada, dulu pertama-tama di sini ya ada penolakan," tuturnya.

Namun, penolakan demi penolakan yang dialaminya tak lantas membuatnya berhenti. Apa yang dialaminya justru menjadi pelecut untuk bisa diterima, apalagi tanggung jawab sebagai pelayan kesehatan merupakan panggilan hidup.

"Bagaimanapun mereka (PSK) juga manusia yang butuh pelayanan kesehatan seperti lainnya. Memberikan pelayanan adalah tanggung jawab kami. Jadi, saya tetap berusaha agar bisa diterima," ujarnya.

Secara perlahan, lewat pendekatan personal, Tri berhasil merangkul tokoh-tokoh masyarakat. Seiring berjalannya waktu, dokter yang sejak tahun 2009 menjadi Kepala Puskesmas Gedongtengen ini dapat dekat dengan warga, termasuk dengan para PSK di Sarkem.

"Guyon yang lucu itu sudah kebiasaan sejak dulu, ya itu salah satu yang saya terapkan agar bisa dekat, dibantu tokoh masyarakat dan pemerintah desa juga," urainya.

Setelah merangkul warga dan para PSK, Tri bersama tim kesehatan Puskesmas Gedongkuning secara rutin memberikan pemahaman tentang HIV/AIDS dan pencegahannya serta tes darah. Edukasi dan tes darah itu dilakukan dengan mendatangi satu per satu losmen di wilayah Sosrowijayan.

"Di sini kita bicara soal pencegahannya, kita berikan konseling komunikasi dan edukasi. Kita melakukan pemeriksaan tidak hanya di sini, tetapi juga di rutan dan lapas," kata Tri.

Di Sarkem, lanjutnya, telah ada kesepakatan bahwa setiap tamu atau PSK harus menggunakan kondom. Jika melanggar, tamu atau PSK itu akan dikenakan denda. Kesepakatan ini disahkan pada tahun 2012 lalu.

Selain itu, agar orang yang terkena HIV tidak putus asa, dia selalu memberikan pendampingan psikologis dan teman sebaya. Selain itu, para penderita HIV juga didatangkan untuk menjadi pembicara agar bisa berbagi pengalaman.

"Kita ada pendampingan psikologis. Teman-teman yang terkena HIV kita ajak untuk memberikan testimoni, sharing, dan hasilnya sangat efektif," katanya.

Sampai sejauh ini, berkat pendampingan, banyak PSK Sarkem yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan mereka, misalnya dengan rutin memeriksakan kesehatan dan menjalankan kesepakatan dengan mengenakan kondom.

Sering digoda

Selama memberikan pelayanan kesehatan di Sarkem, Tri tak luput dari peristiwa menggelikan. Tak jarang dia digoda para PSK yang mangkal di Pasar Kembang, terutama yang belum mengenalnya. Suatu kali, dia pernah tiba-tiba ditarik masuk ke dalam losmen.

"Pernah ditarik, lalu diajak duduk, diapit, saya diam saja. Setelah yang 'lama-lama' (lebih senior) berteriak, 'eh itu Pak Dokter lho', baru mereka tahu," ujarnya sambil tertawa.

Untuk menjalani tugas pelayanannya di Sarkem, dia sering diingatkan oleh istrinya agar bisa menjaga diri dan bekerja secara profesional. Pesan itu pun diaplikasikannya dengan tetap menjaga jarak.

"Kalau yang menggoda itu pasti yang baru, yang belum tahu. Kuncinya ya tetap menjaga jarak dan ingat yang di rumah," tuturnya. (tribun/ar)

Pengguna Narkoba Termuda di Sulut Seorang Pelajar Kelas 5 Sekolah Dasar

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Sulut
Kombes Pol Drs Sumirat. Foto: Tribun Manado/Ferdinand
Manado (WarkopPublik)--Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Drs Sumirat mengatakan, provinsi Sulut menduduki rangking ke-5 secara nasional kecanduan narkoba.

BNNP Sulut mencatat  terdapat 42 ribu pecandu dari seluruh pencandu narkoba di Indonesia yang mencapai 4 juta orang.

Saat ini pengguna narkoba, mulai ganja, sabu, kokain diketahui termuda adalah seorang pelajar kelas 5 Sekolah Dasar.

"Saat ini ada 747 orang sudah direhabilitasi BNNP Sulut," katanya saat sosialisasi penanganan cara cegah tanggap masalah narkoba di lorong Djarod pasar 45 Manado, Selasa (15/03/2016).

Yang lebih memprihatinkan, anak-anak SD seperti di Kotamobagu telah mulai belajar dengan mengonsumsi miras jenis cap tikus dan lem adiktif.

Bahkan, di Tomohon dari hasil operasi cap tikus dicampur dengan autan.

Saat ini Trend penyalahgunaan narkoba usia 10-59 tahun di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2011 kasus coba pakai 11.613, teratur pakai 17.357, pecandu non suntik 9.321, pecandu suntik 720 total 32.020.

Tahun 2014 kasus coba pakai 15.348, teratur pakai 13.602, pecandu non suntik 9.032, pecandu suntik 324 total 38.307. Tahun 2015 kasus coba pakai 16.825, teratur pakai 15.183, pecandu non suntik 10.506, pecandu suntik 362 total 42.676. (tribun/ar)

Senin, 14 Maret 2016

Ayah Bunda Perlu Baca Ini, Jaga Buah Hati Anda

Aplikasi Sosial media di ponsel. Foto: Flickr
Jakarta (WarkopPublik)--Menurut psikolog anak dan remaja dari Yayasan Pulih Ika Putri Dewi, anak di bawah usia 12 tahun belum membutuhkan akun di media sosial (medsos). Mereka justru butuh kegiatan untuk perkembangan konsep diri.

Lalu apakah ini berarti jika mereka sudah berusia di atas 12 sudah boleh menggunakan medsos? Jika ya, apa dampak positif dan negatifnya?

Menurutnya ketika anak memasuki usia di atas 12 tahun, media sosial sudah dapat dikatakan menjadi kebutuhan dalam rangka mencari pertemanan (peer group) yang lebih luas. Kebanyakan anak dan remaja memiliki media sosial adalah untuk sosialisasi.

"Bukan hanya gaya, tapi memenuhi kebutuhan mereka, misalnya grup kelas atau sekolah. Menurut Saya itu baik dan sehat," ujarnya kepada wartawan dalam acara 'Ngobras dengan tema Anak dan Medsos' di Jakarta, Jumat (11/03/2016).

Namun anak usia di bawah 18 tahun, kematangan emosi dan berpikirnya belum sempurna. Jadi walaupun sudah boleh menggunakan medsos, mereka tetap harus dibantu orang dewasa. Apalagi mereka yang masih masa remaja usia 12 tahun ke atas, dimana saatnya mereka mencari identitas diri, media sosial diperlukan. "Tapi kalau tidak matang ekspresikan diri jadi tidak bijak menggunakan medsos," ujarnya.

Misalnya, lanjut Ika, banyak foto yang tidak seharusnya diunggah di media sosial atau cara berkomunikasi yang mengarah ke bullying.

Satu lagi efek yang perlu dipikirkan jika anak diberikan kebebasan seluas-luasnya adalah adiksi terhadap internet. "Medsos itu enak dan gampang digunakan. Anak-anak dikasih sesuatu yang seperti itu mereka kecenderungan akan adiksi. Bahkan pada orang dewasa sekalipun," ujarnya.

Adiksi dapat merembet ke hal-hal yang buruk. Jika masih usia anak-anak kebanyakan mereka jadi korban.

“Dorongan mengekspresikan diri di usia remaja awal membuat mereka cenderung memfungsikan medsos sebagai ajang tampil diri. Apalagi kalau mereka tidak punya modal untuk unjuk prestasi. Sayangnya sistem tidak memfilter apakah pengguna akun benar-benar sudah sesuai umur atau tidak,” paparnya. (republika/ar)

Leona Victoria: Peran Serat Dalam Tumbuh Kembang Anak Tidak Boleh Diremehkan

Ilustrasi. Foto: Shutterstock
Jakarta (WarkopPublik)--Makanan mengandung serat bukan hanya diperlukan oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Serat makanan selama ini hanya dikaitkan dengan kesehatan saluran cerna. Padahal, kecukupan serat bisa membantu mencegah kegemukan.

Penelitian menunjukkan, semakin cukup kebutuhan serat anak, makin sedikit mereka mengonsumsi lemak dan gula. Ini karena makanan kaya serat mengandung sedikit kalori dan lebih lama dicerna sehingga perut terasa lebih kenyang.

Menurut Leona Victoria APD, ahli gizi, peran serat dalam tumbuh kembang anak tidak boleh diremehkan.

"Serat berfungsi untuk memadatkan makanan, sebagai alat untuk masuknya vitamin dan mineral, serta melancarkan sistem pencernaan," katanya dalam acara talkshow Dunia Cita Rasa Anak di Jakarta Kids Festival 2016 (12/03/2016).

Manfaat lain dari serat adalah menjaga gula darah dan kadar insulin stabil. Penelitian juga menyimpulkan serat membantu mengontrol Kolesterol dan melindungi tubuh dari kanker.

"Serat sangat dianjurkan untuk laki-laki karena secara genetik mereka rentan menderita kanker usus," kata ahli gizi lulusan dari Universitas Sidney Australia ini.

Leona menyebutkan, anak-anak dan orang dewasa memiliki kebutuhan serat yang sama, yakni sekitar 19-25 gram perhari. Kebutuhan serat itu sebaiknya dicukupi dari bahan makanan, ketimbang suplemen.

Sayangnya, kebanyakan anak menganggap makanan bergizi itu tidak enak. Misalnya saja sayur-sayuran atau buah.

"Makanan bergizi tidak hanya buah dan sayuran, tapi juga terdapat dalam jenis makanan lain yang memiliki cita rasa enak bagi anak seperti ikan dan kacang-kacangan, susu, atau biji-bijian yang dapat ditemukan dalam roti, sereal, atau camilan," kata Leona.

Camilan sebagai pelengkap makan anak di antara waktu makan bisa dijadikan celah untuk menambah nutrisi dan mencegah anak rewel karena perutnya lapar.

Camilan mengandung serat, lanjutnya, dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Hal ini juga dapat mencegah gula darah turun sehingga konsentrasi dan stamina menurun. (kontan/ar)

Sarung Bantal Katun Bisa Membuat Rambut Rusak

Ilustrasi. Foto : THINKSTOCK.COM
Jakarta (WarkopPublik)--Pesona rambut wanita merupakan salah satu fitur yang mempengaruhi keseluruhan penampilan.

Sebab, rambut lepek dan berminyak, pastinya membuat Anda terlihat lusuh, kurang segar, dan merefleksikan sifat pemalas.

Oleh karena itu, demi menjaga mahkota Anda selalu terawat dan menawan, simak beberapa penyebab rambut rusak yang diutarakan oleh Tippi Shorter, seorang direktur penataan rambut bertekstur di Aveda, berikut ini:

Kotoran dari sisir dan alat penataan rambut
Peralatan kecantikan rambut, seperti sisir, ikat rambut, pelurus rambut, pengeriting rambut, dan sebagainya, merupakan alat-alat yang rutin dimanfaatkan untuk merapikan rambut Anda.

Peralatan yang kotor bisa merusak dan menyumbat pori-pori kulit kepala. Alhasil, timbul ketombe dan rambut mudah patah.

Tidur dengan sarung bantal katun
Bahan katun bisa mengurangi produksi minyak pada tubuh Anda. Hal tersebut tidak terjadi pada bahan seprai dan sarung batal yang terbuat dari sutera.

Memang benar bahwa bahan sutera lebih mahal ketimbang katun, tetapi percayalah, renggangkan anggaran demi keindahan rambut di masa depan, bukan pengorbanan yang sia-sia.

Sering terpapar matahari
Bukan hanya kulit tubuh yang perlu perlindungan dari sinar matahari. Sebab, kulit kepala juga membutuhkan perawatan sekaligus perlindungan tabir surya.

Gunakan produk rambut, seperti leave-in kondisioner yang kaya dengan kandungan yang melindungi rambut dari paparan tabir surya.

Mengeringkan rambut dengan handuk
Anda yang memiliki rambut keriting, sebaiknya jangan mengeringkan rambut dengan handuk. Sebab, rambut keriting cenderung lebih kering ketimbang jenis rambut lainnya.

Material bahan yang tebal, seperti handuk, bisa merusak kutikula di rambut keriting sehingga menyebabkan rambut mudah patah.

Selain itu, perhatikan juga jenis bahan handuk Anda. Pastikan mengandung microfiber dan kaus katun. (kompas/ar)

BPJS Kesehatan Kolaps, Ini Kata Fahmi Idris

Jakarta (WarkopPublik)--Tidak benar anggapan sejumlah pihak yang menilai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang mengalami kesulitan keuangan atau “collapse“.

“Bapak Presiden sangat memberikan perhatian karena ini harus menjadi opini yang jangan sampai membuat gelisah, baik itu rumah sakit maupun tenaga kesehatan,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Kamis sore (10/3/2016).

Ia menegaskan bahwa balance sheet antara pemasukan dan pengeluaran tidak bermasalah. Pemasukan sendiri terdiri dari dua, yakni iuran dan sumber dana lainnya.

“Kalau kita bicara iuran dan pengeluaran memang mismatch karena iuran hitungannya masih di bawah rekomendasi dari Dewan Jaminan Sosial Nasional. Kalau dalam bahasanya kurang lebih ‘underpricing’ dari iuran yang diharapkan,” jelasnya, dikutip dari situs Sekretariat Kabinet.

Ada tiga pilihan yang menurutnya bisa diambil BPJS Kesehatan. Pertama, mengurangi manfaat. Tapi dia menjamin, pihaknya tak akan mengambil pilihan itu karena akan berakibat pada ongkos sosial yang besar.

Pilihan kedua, menaikkan iuran sehingga cocok dengan pengeluaran.

“Bapak Presiden menyampaikan, itu (menaikkan iuran) nanti setelah program ini dirasakan semakin baik,” jelas Fahmi.

Selain itu, pihaknya menyiapkan alokasi dana untuk mengatasi masalah keuangan tersebut.

“Untuk diketahui publik, bahwa isu BPJS kolaps itu tidak benar, karena balance sheet-nya sudah kita hitung antara pemasukan dan pengeluaran di tahun 2016 ini mendekati dengan apa yang kita perkirakan,” pungkas Fahmi. (bisnissyariah/ar)

Selasa, 09 Februari 2016

Dampak Android, BlackBerry PHK 35 Persen Karyawan

Jakarta (WarkopPublik)--Produsen BlackBerry dikabarkan memberhentikan 35 persen tenaga kerjanya pekan lalu. Informasi yang dilansir Mobilesyrup.com dari beberapa sumber menyebutkan penghentian hubungan kerja oleh BlackBerry dilakukan di markasnya di Kota Waterloo, Kanada.

Hampir sekitar seribu pekerja perusahaan telekomunikasi asal Kanada ini kehilangan pekerjaan. Pengurangan pegawai hingga 150 orang ini, seperti dilansir Engadget.com, Senin (08/02/2016), berlaku di Divisi BB10 dan Divisi Perangkat.

Perusahaan tersebut juga memberhentikan sejumlah kecil pekerja dari kantor BlackBerry di Sunrise, Florida, Amerika Serikat. PHK karyawan bukan sesuatu yang mengejutkan bagi industri tersebut. Apalagi pasar BlackBerry sejak beberapa tahun belakangan turun drastis.

Bahkan, pada tahun lalu, perusahaan penyedia perangkat dan sistem ponsel ini mulai beralih menggunakan sistem OS Android untuk produk ponselnya. Penggunaan Android jelas menggeser sistem operasi BB10 yang dimiliki perusahaan.

BlackBerry sedikit membantah tentang informasi pemberhentian kerja pegawainya. BlackBerry mengaku hanya akan merumahkan sekitar 200 pekerjanya di Waterloo dan Sunrise. Bahkan di antara mereka yang dipecat tersebut ada Co-Founder BBM Gary Klassen.

Berikut ini pernyataan yang disampaikan BlackBerry:

Sebagaimana BlackBerry terus melanjutkan rencana bisnisnya, perusahaan memutuskan melakukan efisiensi tenaga kerja di seluruh tenaga kerja global BlackBerry. Keputusan yang diambil perusahaan ini bermakna perusahaan menemukan cara baru untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan dan mengarahkan perusahaan ke arah keuntungan yang berkelanjutan di semua bagian dari bisnis Kami.


Akibat dari keputusan tersebut, sejumlah kecil karyawan di Waterloo dan Sunrise terkena dampak. Perusahaan menyatakan berterima kasih atas komitmen dan kontribusi pada pekerja yang terkena pengurangan karyawan. “Kami tahu mereka telah bekerja keras atas nama perusahaan kami,” ujar juru bicara BlackBerry. (tempo/ar)

Jumat, 05 Februari 2016

Penyidik Bareskrim Bawa Dokumen Penerima Donor Ginjal Dari RSCM

Jakarta (WarkopPublik)--Penyidik Bareskrim Polri menggeledah ruangan RSCM Kencana. Penyidik menyasar ruang rekam medik dan mengambil dokumen dari ruangan itu.

"Dokumen (yang dibawa). (dari) Ruang rekam medik. Kan kalau orang operasi kan harus lewat manajemen. Nanti dari dokumen itu kita pelajari," ujar Kepala Unit Pidana Tindak Pidana Perdagangan Orang Direktorat Tipidum AKBP Arie Darmanto di RSCM Kencana, Jl Diponegoro, Jakpus, Kamis (04/02/2106).

Penggeledahan berlangsung selama kurang lebih delapan jam. Penyidik membawa kotak kontainer yang berisi dokumen rekam medik pasien.

"Dokumen tentang latar belakang kesehatan korban sampai dengan dokumen kesehatan penerima donor," ujar Arie.

Penggeledahan ini kata Arie dilakukan untuk mengumpulkan data korban. Dari dokumen yang disita tersebut. tim penyidik akan melakukan penelahaan.

"Ini ke kantor kami pelajarin," ujar Arie. (detik/ar)

Rumah Sakit Ternama Ini Diduga Terkait Perdagangan Ginjal Ilegal

Jakarta (WarkopPublik)--Sulit menentukan mana madu dan mana racun. Direktorat Tindak Pidana Umun Bareskrim Polri menggeledah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Kamis (04/02/2016). Penggeledahan terkait perdagangan organ ginjal ilegal yang saat ini sedang diusut.

"Iya benar, penggeledahan," ujar Kasubdit III Dittipidum Bareskrim, Kombes Umar Surya Fana, saat dikonfirmasi, Kamis (04/02/2016).

Menurut Umar, penggeledahan sedang berlangsung. Namun, saat ditanya terkait apa saja yang dicari dari RSCM, Umar belum dapat menyebutkan.

Sebelumnya, Kabag Analisa dan Evaluasi Bareskrim, Kombes Hadi Ramdani mengungkapkan, sejumlah saksi diperiksa yaitu korban, tersangka dan dokter. Termasuk penyidik menelusuri keterlibatan rumah sakit.

"Soal keterlibatan rumah sakit, penyidik akan mendalami mungkin ada pengembangan-pengembangan berikutnya yang akan didapatkan oleh penyidik di lapangan," kata Hadi di Bareskrim, Rabu (3/2).

Hadi menuturkan, tiga rumah sakit di Jakarta telah dimintai keterangan. Tiga rumah sakit tersebut yaitu inisial C, AW, dan C. Namun, Hadi belum bisa mengungkap apakah rumah sakit tersebut swasta atau milik pemerintah.

Ketiga rumah sakit tersebut, lanjut Hadi, melakukan tugasnya sesuai keahliannya dalam transpalansi ginjal. "Jadi itu dari C, C sarankan ke AW, AW sarankan ke C juga, sesuai bidangnya masing-masing," kata Hadi. (republika/ar)

Tujuh Orang Terinfeksi Virus Zika di Spanyol

Jakarta (WarkopPublik)--Tujuh kasus Virus Zika, termasuk satu penularan pada perempuan hamil, dilaporkan pada Kamis (04/02/2016) di Spanyol, kata Kementerian Kesehatan Spanyol.

Ketujuh orang tersebut terinfeksi setelah mereka mengunjungi negara yang terpengaruh oleh virus itu, demikian laporan Xinhua, Jumat pagi.

Perempuan hamil tersebut, yang didiagnosis di Wilayah Catalonia di bagian timur-laut Spanyol, hamil antara 13 dan 14 pekan dan kini ditempatkan di bawah pengawasan sebab Virus Zika berkaitan dengan kasus mikrosefali pada bayi yang baru dilahirkan.

Menurut Kementerian itu, ada tiga kasus di Catalonia, dua di Wilayah Murcia di bagian selatan negeri tersebut, dan dua di Castilla Leon di Spanyol Tengah.

Kementerian itu menyatakan bahwa mungkin ada lebih banyak orang yang terinfeksi tapi kasus tersebut takkan dilaporkan sampai semuanya dikonfirmasi oleh Pusat Mikrobiologi Nasional. Hingga Kamis, Kementerian Kesehatan Spanyol berencana membuat penilaian mingguan terhadap mereka yang diperiksa positif terinfeksi virus itu.

Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa tak ada resiko penyebaran Virus Zika di Spanyol sebab semua kasus yang dilaporkan berasal dari negara yang terpengaruh.

Pada Selasa (02/02/2016) Amerika Serikat melaporkan kasus pertama penularan lokal Virus Zika di satu kabupaten di Texas, kata Departemen Kesehatan negeri itu .

Layanan Kemanusiaan dan Kesehatan Dallas County mengatakan di dalam satu pernyataan pasien itu tertular Virus Zika setelah melakukan hubungan seks dengan seseorang yang sakit dan pulang dari satu negara tempat Virus Zika menyebar.

Belakangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan kekhawatirannya pada Rabu, mengenai laporan bahwa Virus Zika ditularkan melalui hubungan seksual di Amerika Serikat. Badan dunia tersebut menyerukan dilakukannya penyelidikan lebih jauh terhadap virus itu, yang disebarkan lewat nyamuk.

Zika, yang terutama menular melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, diduga menjadi penyebab cacat pada bayi seperti mikrosefali, atau kepala kecil.

Saat ini, tak ada vaksin untuk mencegah atau obat untuk menyembuhkan pasien penyakit tersebut.

Sebanyak satu dalam lima orang yang terinfeksi Virus Zika akan mengalami gejala yang meliputi demam, muncul ruam, nyeri sendi dan mata merah.

Penyakit itu biasanya memiliki gejala sedang yang berlangsung selama beberapa hari sampai satu pekan. Jarang pasien yang terserang parah memerlukan perawatan di rumah sakit dan angka kematian akibat virus tersebut rendah. (republika/ar)

Virus Zika Diduga Bisa Ditularkan Melalui Hubungan Seks

Jakarta (WarkopPublik)--Aparat Amerika Serikat menemukan sebuah kasus virus Zika yang ditularkan lewat hubungan seks, bukan melalui gigitan nyamuk.

Temuan itu diumumkan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) setelah menangani seorang pasien di Kota Dallas, Negara Bagian Texas.

Kepada BBC, Anne Schuchat selaku wakil direktur CDC mengatakan pasien tersebut tidak bepergian ke daerah yang dijangkiti virus Zika. Namun, pasangannya baru saja kembali dari Venezuela. Menurut Schuchat, kasus seperti ini baru pertama kali terjadi.

“Kami tidak yakin (virus) ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, tapi kami yakin ini ditularkan lewat kontak seksual,” kata Schuchat.

Setelah kasus itu ditemukan, CDC mengeluarkan imbauan kepada semua warga untuk menghindari virus Zika dengan ‘mencegah tergigit nyamuk dan menghindari paparan sperma dari seseorang yang terimbas virus Zika’.

Alaka Basu yang merupakan pejabat senior UN Foundation mengatakan kasus di Dallas signifikan jika memang virus Zika ditularkan melalui hubungan seksual.

“Signifikansinya paralel dengan kasus HIV/AIDS. Bahkan (virus Zika) lebih buruk dalam beberapa hal, karena ada dua cara penularan,” kata Basu.

Kasus di Dallas adalah penularan virus Zika pertama yang terkonfirmasi di daratan Amerika Serikat, walau di Negara Bagian Texas saja ada tujuh kasus lainnya yang diduga berhubungan dengan virus Zika. Ketujuh kasus itu melibatkan perjalanan luar negeri.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyatakan penyakit yang terkait dengan virus Zika di Amerika Latin sebagai keadaan darurat kesehatan global yang memerlukan tanggapan terpadu.

Sejumlah pakar bahkan memperingatkan bahwa virus Zika berpotensi menimbulkan ledakan pandemi.

Selain di AS, virus Zika telah sampai di Australia. Pemerintah Australia mengatakan ada dua kasus yang telah dikonfirmasi. Kedua kasus melibatkan dua warga Sydney yang baru saja kembali dari Karibia.

Kemudian di Brasil, negara yang paling banyak mengalami kasus virus Zika, terdapat 404 kasus yang telah dikonfirmasi. Jumlah itu meningkat dari 270 kasus, pekan lalu.

Pemerintah Brasil mengaku tengah menyelidiki 3.670 kasus microcephaly atau penyusutan otak yang terjadi pada bayi. Microcephaly diduga terkait dengan virus Zika.

Kementerian kesehatan Brasil menyebut terdapat 76 kematian pada bayi yang diduga disebabkan microcephaly, baik dalam kandungan maupun sesaat setelah dilahirkan. (bbc/ar)

Selasa, 02 Februari 2016

Gawat, Virus Zika Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Publik Internasional

Jenewa (WarkopPublik)--Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Zika sebagai status darurat kesehatan publik internasional. Pengumuman dikeluarkan setelah penyakit yang terkait ribuan kelahiran cacat di Brasil itu menyebar dengan cepat. Zika disebabkan gigitan nyamuk yang membawa virus tersebut.

Pengumuman disampaikan Direktur Jenderal WHO Margaret Chan pada Senin (01/02/2016) waktu Jenewa. Dalam kesempatan itu dia mengatakan meskipun respons terkoordinasi internasional diperlukan, larangan bepergian atau perdagangan tidak dibutuhkan. Dia juga menyebut Zika sebagai "peristiwa luar biasa".

"Sekarang saya umumkan bahwa kluster microcephaly baru-baru ini dan abnomalitas neurologis yang dilaporkan di Amerika Latin menyusul kluster serupa di French Polynesia pada 2014 sebagai perhatian darurat kesehatan publik internasional," ujar Chan, seperti dikutip BBC.

Chan menuturkan, prioritas saat ini adalah melindungi wanita hamil dan bayi mereka. Selain itu adalah mengontrol nyamuk yan menyebarkan virus itu.

Dikutip dari Reuters, status darurat ini direkomendasikan komisi pakar independen kepada badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul kritik lambatnya respons terhadap penyankit itu. Langkah itu seharusnya membantu aksi internasional dan prioritas riset.

Pekan lalu, WHO menyatakan, virus Zika menyebar secara eksplosif dan bisa menginfeksi sebanyak 4 juta orang di Amerika. Saat ini, belum ada vaksin atau obat untuk menghentikan Zika. satu-satunya cara agar terhindar adalah menghindari gigitan nyamuk Aedes yang membawa virus tersebut.

Hingga saat ini, lebih dari 20 negara, termasuk Brasil, telah melaporkan kasus Zika. Sebagian besar infeksi yang terjadi ringan dan menyebabkan sedikit atau bahan tanpa gejala, meskipun ada laporan terjadinya gangguan kelumpuhan yang disebut sindrom Guillain-Barre.

Ancaman terbesar diyakini terjadi pada kehamilan hingga ke janin yang belum lahir. Ada sekitar 4.000 kasus microcephaly—bayi yang lahir dengan otak kecil—di Brasil sejak Oktober lalu.

Kementerian Kesehatan Brasil mengkaitkan kondisi itu pada Zika, meskipun kaitannya belum pasti. Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Castro memaparkan, epidemi itu lebih buruk dari yang diyakini karena 80% kasus yang menginfeksi orang itu tidak menimbulkan gejala apa pun.

Di saat virus itu menyebar dari Brasil, negara lain di Amerika juga diperkirakan mengalami kasus bayi dengan cacat lahir terkait Zika. Organisasi Kesehatan Pan Amerika menyatakan, Zika saat ini telah menyebar di 24 negara dan kawasan di Amerika. (sindo/ar)

Senin, 01 Februari 2016

Ini Hasil Rekomendasi Rakernas Al Washliyah

Bogor (WarkopPublik)--Ormas Islam Al Jami'yatul Washliyah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Turut dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua MPR Zulkifli Hasan, Rakernas Al Washliyah merumuskan sejumlah rekomendasi.

Ketua Panitia Pelaksana Rakernas Al Washliyah, Ahmad Doli Kurnia, menuturkan rekomendasi pertama dari Rakernas Al Washliyah, adalah menolak rencana pembentukan Badan Penyelenggara Haji. Al Washliyah melihat, tidak ada kondisi yang mendesak pembentukan dan penyelenggaraan haji, serta pengelolaan haji Kementerian Agama sepanjang sejarah sudah cukup baik.

Selain menolak rencana pembentukan Badan Penyelenggara Haji, Doli mengatakan Al Washliyah mendorong dilakukannya perubahan revisi Undang-undang Perbankan Syariah. Al Washliyah berpendapat revisi UU Perbankan Syariah, akan senantiasa memberikan manfaat yang signifikan kepada Indonesia secara umum, serta umat Muslim di Indonesia khususnya.

Terakhir, Doli menerangkan Rakernas Al Washliyah hendak membangun kebersamaan dengan berbagai kalangan umat Muslim, khususnya ormas-ormas Islam yang yang ada di Indonesia. Menurut Doli, hal itu dimaksudkan untuk menangkal paham-paham radikalisme dan terorisme, serta membersihkan wajah Islam yang selama ini seakan terus ditempelkan dengan kesan negatif.

"Al Washliyah ingin menunjukkan wajah Islam sebenarnya, yang sejuk dan penuh toleran," kata Doli di lokasi rakernas Al Washliyah Wisama DPR Cisarua Bogor, Minggu (31/01/2016). (republika/ar)

Rabu, 27 Januari 2016

Virus Zika Hantui Dunia, Ini kata Kemenkes RI


Jakarta (WarkopPublik)—Saat ini dunia sedang digegerkan dengan penyebaran virus Zika yang dilaporkan dapat menimbulkan kecacatan pada otak bayi jika menginfeksi ibu hamil.

Virus Zika sendiri ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, jenis nyamuk yang juga menjadi vektor penularan demam berdarah dengue.

Menanggapi hal ini, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg Oscar Primadi, MPH mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir dengan virus Zika. Menurutnya, hal yang bisa dilakukan adalah tindakan pencegahan yang serupa dengan mencegah kasus demam berdarah dengue (DBD).

"Langkah pencegahan sama persis dengan DBD. Nyamuknya sama, jenis virusnya satu keluarga, sehingga langkah penanganan persis sama," ujar Oscar yang dikutip dari suara.com, Rabu (27/01/2016).

Bahkan, berdasarkan temuan Direktorat Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes, kasus Zika di Indonesia sudah ada sejak 1964 namun jumlahnya sedikit dan tidak ada yang menyebabkan kematian.

"Manifestasi klinis jika terinfeksi virus Zika, ringan hingga sedang sehingga tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Selama ini di Indonesia kasus sudah ada namun tidak sampe syok dan menimbulkan kematian," imbuhnya.

Meski kasus zika yang ada di Indonesia tidak separah yang terdapat di Brasil, Kemenkes melalui tim surveilans sudah bergerak untuk melakukan pengumpulan data dan menggerakkan tindakan pencegahan.

"Kita tetap waspada. Pintu masuk yang ada di KKP, dan di bandara akan kita giatkan. Tapi memang kita imbau agar masyarakat tetap melakukan tindakan pencegahan 3M agar terhindar dari penularan penyakit dari nyamuk," pungkasnya. (suara/ar)

Selasa, 26 Januari 2016

1,2 Juta Warga Sulsel Miskin Dibebaskan dari Pembayaran Premi BPJS Kesehatan

Makassar (WarkopPublik)--Sebanyak 1,2 juta warga Sulawesi Selatan yang tidak mampu dibebaskan dari pembayaran premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sebagai bentuk dari integrasi Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Pada awalnya, kami mengusulkan kuota 1,7 juta jiwa di 24 kabupaten, setelah diverifikasi oleh BPJS Kesehatan tersisa yang layak adalah 1,2 juta jiwa lebih yang akan mendapat layanan pembiayaan kesehatan dari BPJS secara gratis," kata Kadis Kesehatan Sulsel Rachmat Latif di Makassar, Selasa (26/01/2016).

Pihak Pemprov Sulsel, kata dia, telah menyiapkan anggaran sebesar 120 miliar rupiah untuk pembiayaan pembayaran premi tersebut.

Model pembiayaan untuk pembayaran premi ini, kata dia, tetap memiliki sistem yang sama dengan Jamkesda, di mana terdapat sharing anggaran sebesar 40 persen dari Pemprov Sulsel dan 60 persen dari pemerintah kabupaten kota.

"Premi yang kami bayarkan untuk warga sebesar 23 ribu rupiah per bulan untuk layanan rumah sakit kelas tiga, dan akan dibayarkan ke BPJS Kesehatan per triwulan," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan secara perlahan program kesehatan gratis akan ditarik dan digantikan dengan layanan BPJS Kesehatan.

Gubernur berharap meski sistem pelayanan kesehatan berubah, namun kualitas pelayanan diharapkan terus meningkat.

"Kualitas pelayanan kesehatan jangan sampai menurun," tutup Syahrul. (rima/ar)

Senin, 25 Januari 2016

Genjot Ekspor Kemendag Intensifkan Promosi Produk Tanah Air

Jakarta (WarkopPublik)--Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengintensifkan promosi produk Indonesia untuk mengincar pasar potensial alat kesehatan di Timur Tengah.

"Kami terus berupaya meningkatkan ekspor melalui promosi, terutama saat perekonomian global mengalami perlambatan," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (25/01/2016).

Kemendag tengah membidik pasar potensial alat kesehatan di Kawasan Teluk dan Timur Tengah dan Indonesia akan berpartisipasi pada pameran Arab Health yang berlangsung pada 25-28 Januari 2016 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Nus mengatakan, peluang ekspor alat kesehatan Indonesia ke dunia cukup besar dan keikutsertaan Indonesia kali ini sekaligus memanfaatkan UEA sebagai hub atau pintu masuk ekspor di kawasan Timur Tengah dan negara-negara sekitarnya.

"UEA merupakan hub atau pintu masuk ekspor bagi kawasan Timur Tengah dan negara-negara sekitarnya yang membutuhkan berbagai produk peralatan kesehatan, terutama negara-negara yang tengah terlibat konflik," kata Nus.

Tren ekspor peralatan kesehatan Indonesia ke dunia selama lima tahun terakhir atau periode 2010-2014 tercatat sebesar 6,42 persen dengan nilai ekspor sebesar 273,8 juta dolar AS pada 2014.
Sementara potensi pasar di Kawasan Teluk dan Timur Tengah juga sangat menjanjikan. Neraca perdagangan antara Indonesia dengan UEA pada 2014 surplus sebesar 748,8 juta dolar AS bagi Indonesia.

"Pemerintah melakukan berbagai upaya demi menggenjot ekspor karena pasar yang bisa digarap masih sangat besar," ujar Nus.

Arab Health merupakan pameran produk kesehatan terbesar untuk kawasan Afrika dan Timur Tengah yang dikunjungi oleh para importir, wholeseller, dan distributor dari berbagai negara.

Tahun lalu, Arab Health diikuti sebanyak 3.746 eksibitor dari 70 negara dengan jumlah paviliun negara sebanyak 35 negara pada area seluas 60 ribu meter persegi.

Pada tahun 2016 ini, jumlah peserta yang akan turut berpartisipasi diperkirakan lebih dari 4.000 eksibitor yang berasal dari 37 negara dan diharapkan dapat dikunjungi oleh lebih dari 130 ribu tenaga profesional kesehatan dari 163 negara.

"Pameran ini sangat penting untuk produk kesehatan Indonesia semakin dikenal dan diserap oleh pasar di dua kawasan tersebut," ujar Nus.

Paviliun Indonesia bertemakan 'Trade with Remarkable Indonesia' menempati lahan seluas 72 meter persegi dan kurang lebih sebanyak 10 perusahaan siap berperan serta. (kontan/ar)

KB Bukan Soal Kontrasepsi Tapi Bagaimana Merencanakan Pernikahan


Nusa Dua (WarkopPublik)--Populasi remaja di Indonesia mencapai 30 persen dari jumlah penduduk. Keterlibatan kelompok ini dinilai penting untuk mendukung keberhasilan program KB (Keluarga Berencana).

Youth Volunteer dari UNFPA, Anggraini Sari Astuti mengatakan ada banyak hal yang bisa dilakukan remaja dalam mendukung program KB. Perempuan yang akrab disapa Anggie ini tidak sepakat dengan anggapan bahwa urusan KB hanya untuk pasangan yang sudah menikah.

"KB bukan cuma soal kontrasepsi tapi termasuk juga bagaimana merencanakan pernikahan. Nah, itu harus dimulai sejak remaja," kata Anggie, ditemui dalam pre-conference ICFP (International Conference on Family Planning) 2016 di Nusa Dua, Bali, Minggu (24/01/2016).

Terkait kesehatan seksual dan reproduksi, data BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) menunjukkan angka perkawinan usia remaja di beberapa daerah masih sangat tinggi. Di Kalimantan Selatan misalnya, sebanyak 0,2 persen remaja putri sudah menikah di bawah usia 15 tahun.

Perkawinan di usia terlalu dini berkaitan dengan kehamilan berisiko, sehingga turut menyumbang tingginya Angka Kematian Ibu (AKI). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2012 mencatat AKI masih mencapai 359 kasus per 100.000 kelahiran hidup.

Lalu apa yang bisa dilakukan remaja? Menurut Anggie, menjadi peer educator atau penyuluh sebaya adalah salah satu bentuk keterlibatan remaja dalam masalah tersebut. Tidak selalu harus melalui forum resmi, jejaring sosial di internet juga bisa dimanfaatkan.

"Pengguna twiter di Indonesia termasuk paling tinggi, lebih tinggi dibandingkan Tokyo, London, dan US (United States)," kata Anggie.

Soal layanan kesehatan yang ramah remaja, Anggie mengeluhkan jam buka Puskesmas yang biasanya hanya buka di jam-jam sekolah. Perasaan 'tidak nyaman' juga masih sering dialami remaja putri saat mengakses layanan dokter kandungan dan kebidanan. (detik/ar)