Running Text

ADVOKASI HAJI DARI DAN UNTUK JAMAAH (KLIK DI SINI) PENINGKATAN LAYANAN HAJI 2017 BUKAN CERITA 'DONGENG' (KLIK DISINI) ABDUL DJAMIL, PEMIKIR CERDAS DAN TOKOH PERUBAHAN HAJI INDONESIA (KLIK DISINI) AFFAN RANGKUTI: SELAMAT DATANG JEMAAH HAJI INDONESIA SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE-71, NKRI HARGA MATI” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “SELAMAT JALAN JEMAAH HAJI INDONESIA 2016 SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI REGULER TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) KEMENAG DAN DPR SEPAKATI BPIH 2016 TURUN 132 USD DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI KHUSUS TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) SELAMAT ATAS KEMENANGAN MUSA LA ODE ABU HANAFI YANG MERAIH JUARA KETIGA DALAM AJANG MUSABAQAH HIFZIL QURAN (MTQ) INTERNASIONAL DI MESIR SELAMAT ATAS LAHIRNYA CUCU PRESIDEN JOKO WIDODO DASAR HUKUM MENJERAT TRAVEL HAJI DAN UMRAH NAKAL (KLIK DISINI) POTENSI PDB INDUSTRI JASA UMRAH 16 TRILYUN RUPIAH PER TAHUN JOKOWI AJAK TWITTER SEBARKAN PESAN TOLERANSI DAN PERDAMAIAN MENAKAR INDUSTRI JASA HAJI DAN UMRAH NASIONAL DI ERA PASAR BEBAS ASEAN SELAMAT ATAS PELANTIKAN SOETRISNO BACHIR MENJADI KETUA KEIN KAPOLRI BERTEKAD PERANGI AKSI TEROR

Senin, 25 Januari 2016

Utang Pemerintah Semakin Membengkak



Jakarta (warkopPublik)--Total utang pemerintah Indonesia Desember 2015 terus mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 3.098,64 triliun rupiah. Semakin besarnya angka tersebut, utang selama 2015 naik 489,86 triliun rupiah dibandingkan periode 2014 yang sebesar 2.608,78 triliun rupiah.

Seperti dilansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (25/01/2016), 75,7 persen pinjaman berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 2.346,73 triliun rupiah.

SBN tersebut, terdiri atas SBN dengan denominasi valas sebesar 610,73 triliun rupiah. Sementara untuk SBN dengan denominasi rupiah sebesar 1.736,09 triliun rupiah.

Selain itu, peningkatan utang juga terjadi untuk pinjaman luar negeri menjadi 748,06 triliun rupiah. Adapun pinjaman luar negeri bulan sebelumnya, adalah 741,76 triliun rupiah.

Pinjaman dalam negeri juga tercatat menurun menjadi 3,86 triliun rupiah setelah sebelumnya berada pada angka 3,91 triliun rupiah. Pinjaman ini menduduki 0,1 persen porsi dari posisi utang pemerintah. (okezone/ar)

Berbagai Penghargaan Diraih Industri Pariwisata Tanah Air


Jakarta (WarkopPublik)--Awal tahun ini sektor pariwisata Indonesia tengah banjir prestasi awards kelas dunia. Setelah mendapatkan tiga penghargaan di UNWTO, di Mandrid, Spanyol berselang dua hari kemudian kembali dapat penghargaan pada ASEAN Tourism Association (ASEANTA), Manila. Berbagai prestasi tersebut tentunya akan berdampak positif untuk nilai jual Indonesia di mata dunia.

“Awarding di level regional dan global itu harus kita rebut. Istilahnya kalibrasi, yakni kalau kita mengikuti kriteria yang berstandar internasional, yang sudah teruji dan terbukti di destinasi kelas dunia, itu sudah pasti baik,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata menangapi berbagai penghargaan yang diraih industri pariwisata Tanah Air.

Lebih lanjut dia mengatakan, otomatis, objek wisata Indonesia juga available dengan wisman yang sudah berpengalaman internasional juga. Selain itu, lanjut Menpar Arief, award juga membuat kita semakin confidence, percaya diri, bahwa kualitas layanan dan atraksi yang dimiliki tidak kalah dari negara lain. Melihat potensi pariwisata Indonesia, memang tidak boleh merasa rendah diri apalagi merasa rendah,” ucapnya penuh semangat.

Berbagai prestasi tersebut juga mendongkrak kredibilitas Indonesia di dunia internasional. Apalagi award itu diperoleh dengan cara-cara yang fair, betul-betul karena kualitas, dan dikeluarkan oleh lembaga yang kredibel. Sebut saja pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mempromosikan potensi dan mengembangkan pariwisatanya berhasil meraih penghargaan pada kategori Inovasi Kebijakan Publik dan Pemerintahan pada The 12th UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism. Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah acara Gala Dinner pada Rabu, 20 Januari 2016, di Madrid, Spanyol. Kabupaten Banyuwangi menyisihkan tiga kandidat lain dari Kenya, Kolombia dan Puerto Rico.
Pada 18 Januari 2016, Kabupaten Banyuwangi mempresentasikan tema besar mengenai strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di bidang pariwisata pada the 12th UNWTO Awards Forum juga di Madrid, Spanyol. Dalam presentasinya Banyuwangi memaparkan, bagaimana daerah mengidentifikasi potensi wisata yang dimilikinya, menjaga kearifan lokalnya, hingga mengembangkan pariwisata bersama dengan para pemangku kepentingan pariwisata lainnya. Disebutkan pula bahwa faktor penentu perkembangan pariwisata di Banyuwangi adalah pencanangan program ekoturisme yang berpatokan pada dua hal, budaya dan keindahan alam.

“Indonesia harus menjadi leader, pemimpin di regional ASEAN dan menuju ke global. Penghargaan dari ASEANTA dan UN-WTO itu adalah bukti, bahwa jika serius, tidak ada yang tidak bisa,” katanya

Ada 14 pilar yang kita pakai sebagai acuan, yang juga dijadikan alat ukur competitiveness index oleh World Economic Forum (WEF). Jadi, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Membangun destinasi dengan standar dunia, membuat objek wisata semakin bagus, bisa dikompetisikan di tingkat dunia dan berpotensi menang. Karena itu Menpar Arief Yahya memproyeksikan untuk menyapu bersih ASEANTA Award tahun depan. Sekaligus menemukan destinasi baru yang akan diformat menjadi calon-calon jawara.

“Sekaligus ajang kompetisi yang fair. Kita punya banyak potensi kok,” akunya.

Menpar menyebut 10 destinasi unggulan yang akan menjadi 10 “Bali baru”. Dari Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. (indopos/ar)

IOI Gaungkan Pariwisata Indonesia



Jakarta (WarkopPublik)--Organisasi dan komunitas masyarakat sipil Insight of Indonesia (IOI) akan menggaungkan pariwisata Indonesia di dalam negeri maupun mancanegara. Rencana itu direalisasikan lewat sinergi dengan Kementerian Pariwisata serta pelibatan sejumlah artis dan pekerja seni.

"Sejak tahun 2010, kami konsisten bergerak dalam bidang pemajuan pariwisata, industri kreatif, dan seni budaya Indonesia," kata Ketua Umum IOI, P Intan Sari, Minggu (24/01/2016).

Intan mengatakan, IOI telah membuat film dokumenter mengenai potensi masing-masing wilayah, baik yang telah berkembang maupun belum diekspos. Dari 34 provinsi, sebanyak 26 provinsi telah dirampungkan dan sisanya sedang dalam proses.

Disampaikan Intan, Indonesia memiliki jutaan objek wisata yang menakjubkan. Ia menyebutkan beberapa di antaranya seperti Pantai Sawarna di Banten, Mandalika, hingga Pulau Moyo di Nusa Tenggara Barat yang pernah digunakan sebagai lokasi bulan madu Pangeran William.

"Kami juga pernah melakukan ekspedisi jalur darat di Nusa Tenggara Timur dan menemukan sawah berbentuk sarang laba-laba dan telah kami laporkan pada pemerintah untuk didaftarkan ke UNESCO," katanya.

Menurut IOI, aksi teror beberapa waktu lalu tak berdampak signifikan bagi sektor pariwisata Indonesia. Kondisi aman dan kondusif itu dibuktikan dengan mengadakan "Panggung Indonesia Berani" di lokasi bom Sarinah, Jakarta, Minggu (24/01/2016) yang melibatkan perwakilan pemerintah, komunitas, artis, dan para pekerja industri kreatif. (republika/ar)

Alia Indah Wisata Siap Kompetisi Dalam Pasar Bebas ASEAN

Jakarta (WarkopPublik)--Salah satau hasil Deklarasi Phnom Phen 2012 pasar bebas masyarakat ASEAN pada 31 Desember 2015 resmi berlaku. Terkai itu Biro Umrah Alia Indah Wisata mempersiapkan diri untuk penguatan internal guna berkompetisi dan mengantisipasi "serangan" agen travel umrah dari negara lain seiring keterbukaan lalu lintas barang dan jasa di era Masyarakat Ekonomi Asean.

"Era MEA saatnya kita berkompetisi. 'Insya Allah' kami siap menilik dengan MEA ini berarti akan ada biro umrah, pemimpin tur umrah dari luar ke sini. Sebaliknya, unsur dari kita juga bisa ke luar negeri juga," kata General Manager Marketing and Partnership Alia Wisata Rudianto Prasetiadi di sela-sela acara Manasik Akbar dan MoU Alia Wisata dan Qatar Airways di Balai Kartini, Jakarta, Minggu (24/01/2016).

Menurut dia, persaingan biro umrah di Tanah Air saat ini sudah semakin ketat karena selain bersaing dengan agen perjalanan di dalam negeri, juga harus berkompetisi dengan biro dari negara lain di ASEAN. Lebih dari itu, agen umrah dari Indonesia yang sudah siap juga seharusnya memperluas usahanya ke negara lain di ASEAN.


Maka dari itu, kata dia, sudah seharusnya bagi biro umrah dalam negeri terus meningkatkan pelayanannya sehingga terus diminati oleh pasar, baik dari masyarakat Indonesia dan ASEAN. Alasannya, pasar cenderung akan memilih biro umrah yang menawarkan harga kompetitif dan pelayanan berkualitas.

Rudianto mengatakan pihaknya kini berupaya merebut pasar dengan menawarkan paket menarik dengan harga kompetitif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng maskapai penerbangan asal Timur Tengah yaitu Qatar Airways. Dengan kerja sama ini membuat efisiensi biaya umrah bagi jamaah menjadi lebih hemat.

Dengan menggandeng Qatar Airways, penawaran paket umrah standar lebih kompetitif menjadi 1.650 dolar Amerika dibanding menggunakan maskapai lain yang rata-rata mematok harga 1.850 dolar. "Harga lebih rendah tapi kualitas setara dengan paket yang menggunakan maskapai lainnya," kata dia.

Qatar Airways, kata dia, juga dipilih menjadi rekanan bisnis karena maskapai ini merupakan peringkat pertama penerbangan terbaik versi Skytrex yang diumumkan pada gelaran Paris Air Show, Prancis pertengahan tahun 2015.

Sementara itu, Rudianto juga mengomentari biro umrah yang tidak memiliki ijin tapi terus beroperasi. Menurut dia, biro tidak resmi ini seharusnya dihindari oleh masyarakat karena dalam banyak kasus penipuan jamaah umrah dilakukan agen perjalanan jenis ini.

"Masyarakat agar terus berhati-hati. Pemerintah juga sudah bertindak dengan banyak melakukan sidak di bandar udara guna menindak travel tidak berizin," katanya. (antara/ar)

Dugaan Penipuan Umrah PT Ghazya Indonesia Tour and Travel Terus Didalami

Cilegon (WarkopPublik)--Persoalan bisnis industri jasa haji dan umrah semakin hari semakin menuai masalah. Penipuan pun bukan sesuatu yang asing dalam usaha bernuansa ibadah ini. Kini masalah kembali terjadi di Cilegon, yang saat ini terus melakukan pengumpulan bukti. Polres Cilegon tampaknya berhati-hari menetapkan tersangka terkait dugaan penipuan umrah murah.

Penyidik Satreksrim belum memiliki bukti cukup kuat untuk menjerat terduga NBP (24), Direktur Utama PT Ghazya Indonesia Tour and Travel sebagai tersangka atas dasar laporan calon jemaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah Suci.

Kapolres Cilegon, AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati untuk mengusut kasus tersebut. Hingga saat ini, dari dasar bukti masih dalam penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka.

“Kita belum ada tetapkan tersangka, penyidik belum cukup bukti untuk pidananya. Karena ada perjanjian perdata antara calon jemaah dengan penyelenggara. Dari keterangan dalam pemeriksaan yang kita lakukan terhadap yang bersangkutan (NBP), ada alibi kalau tidak akan diberangkatkan tanggal 25 januari, maka satu bulan kemudian uang akan dikembalikan,” ungkap Kapolres, Minggu (24/01/2016).

Hingga saat ini, kata Kapolres, laporan dugaan kasus itu masih terus ditelusuri dan didalami oleh pihaknya. Anwar menerangkan, jika ditemukan bukti kuat, maka dengan dasar itulah dapat menjadi petunjuk untum membuka kasus secara terang benderang.

“Kita masih menyelidiki bukti-bukti lain, misalkan kalau ada korban yang melaporkan murni pidana maka akan kita tangani. Sebelum ada itu, maka kita sekarang masih menunggu,” paparnya.

Anwar menjelaskan, terduga saat ini diperbolehkan kembali ke rumah kediamannya setelah sebelumnya pihaknya sempat mengamankan terduga untuk diselamatkan dari amukan warga.

“Terduga terlapor yang diamankan sudah pulang ke rumahnya, dia kan bukan tersangka,” ujarnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, ratusan calon jemaah umrah mengadukan NBP (24), Direktur Utama PT Ghazya Indonesia Tour and Travel. Calon jemaah umrah kesal lantaran perusahaan yang menjanjikan akan memberangkatkan mereka ke tanah suci pada 26 Desember lalu itu tidak kunjung terealisasi.

Kekesalan calon jemaah ini bermula adanya dugaan penipuan yang dilakukan perusahaan dengan memberikan penawaran paket umrah murah14 juta rupiah per jemaah. Namun hingga waktu yang dijanjikan, jemaah tidak kunjung diberangkatkan.

“Harusnya pada tanggal 26 Desember 2015 lalu, 80 calon jemaah berangkat. Tapi kemudian ada perubahan jadwal dan pihak perusahaan keberangkatan akan dilakukan pada 4 Januari. Sampai sekarang tidak berangkat-berangkat, makanya kita lapor polisi,” ungkap Madsuta (45), warga Kragilan, Kabupaten Serang saat ditemui di Mapolres, Jumat (22/01/2016) dini hari.

Madsuta menjelaskan, untuk meyakinkan calon jemaah, perusahaan kerap berkilah dengan berbagai alasan salah satunya melakukan dua kali manasik di dua tempat yang berbeda dengan maksud mengelabui jemaah.

“Sudah dua kali manasik haji, tapi enggak satu pun calon jemaah yang diberangkatkan,” tuturnya.

Madsuta menguraikan, tak hanya dirinya yang sudah menjadi korban penipuan dengan pembayaran tunai sebesar 25,5 juta rupiaj namun, ratusan warga lainnya juga menjadi korban penipuan perusahaan yang berkantor di Komplek PCI Blok D No 90, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Cilegon itu.

“Bukan saya sama istri saya saja, tapi ada ratusan warga lainnya yang jadi korban. Sampai sekarang, manajemen hanya janji-janji saja dan tidak bisa memberangkatkan kita. Alasan macam-macam, seperti visa yang belum selesai dan kondisi cuaca di Makkah yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan umrah,” tuturnya. (indopos/ar)