Running Text

ADVOKASI HAJI DARI DAN UNTUK JAMAAH (KLIK DI SINI) PENINGKATAN LAYANAN HAJI 2017 BUKAN CERITA 'DONGENG' (KLIK DISINI) ABDUL DJAMIL, PEMIKIR CERDAS DAN TOKOH PERUBAHAN HAJI INDONESIA (KLIK DISINI) AFFAN RANGKUTI: SELAMAT DATANG JEMAAH HAJI INDONESIA SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE-71, NKRI HARGA MATI” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “SELAMAT JALAN JEMAAH HAJI INDONESIA 2016 SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI REGULER TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) KEMENAG DAN DPR SEPAKATI BPIH 2016 TURUN 132 USD DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI KHUSUS TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) SELAMAT ATAS KEMENANGAN MUSA LA ODE ABU HANAFI YANG MERAIH JUARA KETIGA DALAM AJANG MUSABAQAH HIFZIL QURAN (MTQ) INTERNASIONAL DI MESIR SELAMAT ATAS LAHIRNYA CUCU PRESIDEN JOKO WIDODO DASAR HUKUM MENJERAT TRAVEL HAJI DAN UMRAH NAKAL (KLIK DISINI) POTENSI PDB INDUSTRI JASA UMRAH 16 TRILYUN RUPIAH PER TAHUN JOKOWI AJAK TWITTER SEBARKAN PESAN TOLERANSI DAN PERDAMAIAN MENAKAR INDUSTRI JASA HAJI DAN UMRAH NASIONAL DI ERA PASAR BEBAS ASEAN SELAMAT ATAS PELANTIKAN SOETRISNO BACHIR MENJADI KETUA KEIN KAPOLRI BERTEKAD PERANGI AKSI TEROR

Senin, 18 April 2016

Pembongkaran Mataf Sementara Sudah Lebih 50 Persen Selesai

Pembongkaran Mataf sementara.
Foto: Sinhat

Jakarta (WarkopPublik)--Proyek perluasan tempat tawaf (mataf) di Masjidil Haram sudah memasuki tahap final. Jembatan sementara mataf yang melingkari Kakbah  sudah mulai dibongkar sejak April 2016. Bahkan,  sampai hari ini lebih dari 50 persen  jembatan ini sudah dibongkar.

“Kondisi per hari ini sudah lebih 50 persen proses pelepasannya,” demikian penjelasan Staf TeknisIII Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) Ahmad Jauhari melalui pesan singkat, Minggu (17/04/2016).

Menurut Jauhari, meski posisi jembatan yang dilepas berada pada areal utama tempat tawaf di Masjidil Haram tidak menghentikan aktivitas ibadah jemaah.

“Pada saat pelepasan ring mataf, aktivitas umrah tetap berjalan. Hanya untuk wilayah yang dilepas dan terdapat alat berat disterilkan dari lalu lalang jemaah,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Komite Teknis Mataf di Umm Al Qura University, Faisal Wafa seperti dikutip  dari Arab News, Rabu (13/04/2016) lalu, mengatakan bahwa jembatan semi permanen ini akan dibongkar sampai 20 Shaban demi mengejar batas waktu pekerjaan Mataf, yaitu pada bulan Ramadhan. “Pekerjaan akan dilakukan sepanjang hari,” katanya.

Faisal menambahkan, proses pembongkaran dilakukan dengan tetap memastikan keamanan di Masjidil Haram, baik keamanan pekerja maupun  jamaah yang sedang berumrah. Menurut Faisal, pihak keamanan masjid, pertahanan sipil, Komite Teknis Umm Al Qura dan kontraktor, terus melakukan koordinasi satu sama lain. “Koordinasi dilakukan demi memastikan keamanan secara menyeluruh,” ucap dia.

Ketua Umum Pengurus  Dua Masjid Suci, Syekh  Abdul Rahman Al Sudais menjelaskan, jembatan tersebut sudah tidak diperlukan karenakan proyek perluasan Mataf telah rampung.  Kepada jamaah lansia, penyandang disabilitas, dan jamaah yang mengandalkan kursi roda, As-Sudais mengimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan dengan memperhatikan rambu-rambu yang ada di Masjidil Haram. “Mereka dapat mengikuti pedoman dan petunjuk yang berlaku,” tuturnya. (sinhat/ar)

Pengusaha Travel Umrah Dipergoki Selingkuh


Ilustrasi. Foto: sumut.pojoksatu.id
Makassar (WarkopPublik)--Hubungan gelap Syentia Dewi dengan seorang bos sebuah biro travel umrah bernama Bunyamin Yasid, akhirnya terbongkar. Yang membongkar? Suami Syentia Dewi sendiri, Thamrin.

Uniknya, Thamrin yang merupakan salah seorang pengacara di Makassar itu hanya memakai kuitansi listrik sebagai panduan alamat rumah perselingkuhan istrinya.

Thamrin telah melaporkan kasus perzinahan istrinya yang juga seorang staf PNS salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar ini ke Polres Gowa.

Laporan polisi No Pol TBL/300/III/2016/SPKT tanggal 29 Maret 2016, dan SP2HP nomor B/321/SP2HP-ke 1/III/2016/Reskrim tanggal 31 Maret 2016 ini sedang dalam proses penyidikan.

Syentia Dewi masih terikat tali pernikahan dan masih sah sebagai istri dari Thamrin. Namun belakangan diketahui Syentia menikah siri’ dengan Bunyamin.

Thamrin didampingi kuasa hukumnya, Andi Iksan Sadda akhirnya melaporkan tindakan pidana perzinahan yang dilakukan istrinya ke Polres Gowa.

Sebelumnya, Thamrin telah memergoki perbuatan istrinya Syentia Dewi dengan pemilik travel Bunyamin M Yasid pada 29 Maret 2016 lalu. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan keduanya di salah satu rumah yang dikontrak Syentia di Perumahan Citra Garden Blok E6 nomor 6 Sungguminasa.

Menurut Thamrin, selama perkawinannya dengan Syentia yang sudah membuahkan dua orang anak, berjalan baik-baik saja. Diapun tak pernah curiga dengan istrinya.

Barulah pada tanggal 29 Maret, sehabis mengantar anaknya ke sekolah, perasaannya selalu ingin menelusuri kuitansi listrik yang ditemukannya di dalam tas istrinya. Di kuitansi listrik itu tercantum alamat Perumahan Citra Garden.

Thamrin pun kemudian mendatangi alamat tersebut. Benar saja kecurigaannya selama ini. Di depan rumah itu terparkir mobil yang sering digunakan istrinya ke kantor.

“Saya menunggu di dalam mobil sampai istri saya keluar dari rumah itu. Begitu dia keluar, saya langsung menangkapnya dan membawanya masuk ke dalam rumah,” ujar Thamrin, Jumat (15/04/2016).

Dalam rumah sudah ada lelaki Bunyamin duduk di atas tempat tidur yang hanya mengenakan sarung, Saat tertangkap basah, Bunyamin langsung melarikan diri. Belakangan diketahui kalau mereka ternyata baru saja melakukan hubungan intim.

Saat itu juga Thamrin langsung menyerahkan istrinya ke kantor polisi. Di depan polisi, terungkap jika antara Bunyamin dan Syentia sudah menikah siri’ sejak lima tahun lalu.

“Jadi istri saya sudah membodoh-bodohi dan menipu saya selama lima tahun. Mereka ternyata sudah tinggal di rumah kontrakan di Citra Garden itu bersama selama lima tahun,” cetus Thamrin dengan nada kesal.

Syentia Dewi yang dikonfirmasi terkait kasus yang dilaporkan suaminya, mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebut.

“Saya belum tahu kalau suami saya melaporkan saya ke Polres Gowa,” kilahnya. Syentia berdalih dia belum dipanggil dan diperiksa hingga saat ini.
Kasat IPP Polres Gowa, AKP Surahman yang dikonfirmasi, Jumat (15/04/2016) sore membenarkan adanya laporan kasus perzinahan seorang istri yang dilaporkan seorang pengacara. “Laporannya memang ada dan sementara dalam proses,” ujarnya.

Di balik pelaporan ini, AKP Surahman mengakui ada sesuatu yang menarik. Sebab ada tas berisi uang ribuan dolar milik terlapor perempuan, yang diakuinya telah hilang dan diduga diambil oleh suaminya. ”Untuk saat ini semua masih kami dalami,” kata Kasat. (sumut.pojoksatu.id/ar)

Jumat, 15 April 2016

Askar Bantu Anak Kecil Cium Hajar Aswad Jadi Viral

Seorang anak dibantu askar
cium Hajar Aswad
Foto: Facebook
Makkah (WarkopPublik)--Foto dua orang petugas keamanan (askar) Masjidil Haram yang sedang membantu seorang anak perempuan untuk mencium Hajar Aswad menjadi viral di media sosial, Facebook.

Foto hasil jepretan Ismail Maxin yang diunggah oleh akun bernama Darussalam Publishers & Distributors itu sampai Rabu siang (13/04/2016), sudah dibagikan 7.250 kali dengan 769 komentar.

Dalam foto tersebut tampak anak perempuan itu mendatangi Hajar Aswad saat para jemaah sedang menunggu waktu shalat wajib, antara azan dan iqomat. Sebab, jemaah terlihat sudah duduk di tempat tawaf, hanya anak kecil dan petugas keamanan yang ada di dekat Hajar Aswad.

Beragam komentar dari para pengguna facebook, yang umumnya memuji langkah kedua petugas keamanan atau askar tersebut.

“Mashallah, saya sangat suka melihat gambar ini. Semoga Allah memberikan pahala kepada dua polisi tersebut,” kata Azwar Baniaga dalam komentarnya.

Komentar lainnya juga diungkapkan akun bernama Sarah Mae Ali Rasul. “MashaAllah, saya berharap anakku juga bisa mencium Hajar Aswad.”

Sedangkan akun Sumaiya Kausar menyatakan, “Masha Allah, selamat untuk gadis kecil itu. Alhamdulillan dan sungguh senang jika saya juga bisa berkesempatan menyentuh batu tersebut.” (sinhat/ar)

Sebagian Jembatan Mataf Sudah Dibongkar

Tampak area Kakbah
pasca pembongkaran jembatan mataf.
Foto: hajiumrahnews.com
Makkah (WarkopPublik)--Setengah jembatan mataf (tempat tawaf) sampai Rabu (13/04/2016) ini sudah dibongkar. Pembongkaran jembatan dua lantai yang berbentuk cincin melingkari Kabah ini dilakukan sejak awal April kemarin.

Kepala Komite Teknis Mataf di Umm Al Qura UNiversity, Faisal Wafa sebelumnya menyatakan, pembongkaran ini dilakukan dengan tetap memastikan semua keamanan di Masjidil Haram terjamin.

“Jembatan sementara akan dibongkar sampai 20 Shaban demi mengejar batas waktu pekerjaan Mataf, yaitu pada bulan Ramadhan. Pekerjaan akan dilakukan sepanjang hari,” kata Faisal seperti dikutipArab News.

Menurut Faisal, pihak keamanan masjid, pertahanan sipil, Komite Teknis Umm Al Qura dan kontraktor, terus melakukan koordinasi satu sama lain. “Koordinasi dilakukan demi memastikan keamanan secara menyeluruh,” ucap dia.

Kepala Presidensi Dua Masjid SUci, Sheihk Abdul Rahman Al Sudais menjelaskan, jembatan mataf sudah tidak diperlukan karenakan proyek perluasan Mataf telah rampung.

Meski begitu, Al Suda meminta orang tua, penyandang disabilitas dan yang mengandalkan kursi roda menggunakan jalur alternatif jembatan Mataf. “Mereka dapat mengikuti pedoman dan petunjuk yang berlaku,” tutur Sheikh. (sinhat/ar)

Selasa, 12 April 2016

Pasca Zaskia Gotik, Pancasila Kembali Dilecehkan


Sahat, pria yang ditangkap Intel Polres Tobasa
karena dianggap menghina lambang negara
dan mengubah teks Pancasila.
Foto: Facebook Sahat/Tribun Medan/Array A Argus
Medan (WarkopPublik)--Bertindak konyol meniru biduan dangdut Zaskia Gotik, seorang warga Desa Tangga Batu, Parmaksian, Toba Samosir, diciduk anggota kepolisian.

Petugas intelijen Polres Tobasa menangkap Sahat S Gurning, Selasa (12/04/2016), karena dianggap menghina lambang negara Indonesia, yakni Garuda Pancasila.

Dalam akun Facebooknya, Sahat mengunggah foto yang menampilkan dirinya tengah menendang lambang Garuda Pancasila, lalu tersebar.

Di foto tersebut, Sahat menambahkan catatan di fotonya yang memancing kemarahan netizen, 'PANCASILA' itu hanya ' LAMBANG ' Negara Mimpi, yang benar adalah PANCAGILA.

1. Keuangan Yang Maha Kuasa,
2. Korupsi Yang Adil Dan Merata,
3. Persatuan Mafia Hukum Indonesia,
4. Kekuasaan Yang Dipimpin Oleh Nafsu Kebejatan Dalam Persekongkolan dan Kepurak-Purakan,
5. Kenyamanan Sosial Bagi Seluruh Keluarga Pejabat dan Wakil Rakyat.

Belum diketahui maksud dan tujuan Sahat sehingga nekat melakukan hal itu.

Selain mengunggah foto, ia juga membuat semboyan, "BERBEDA- BEDA SAMA RAKUS."

Di akun Facebook Sahat, sejumlah netizen geram dan memberikan komentar pedas. Seperti halnya akun milik Bagas Sang Masinis, "Terlalu mencari sensasi."

"Punya otak? Pernah disekolahin? Masih ada aja orang goblok di dunia ini," begitu komentar Mochammad Yoga.

Lain lagi dengan Rilvan Adriano yang memberikan komentar cukup provokatif.

"Kalau orang itu tertangkap, potong saja kakinya. Orang gila yang tidak tahu terimakasih sama para pejuang kita. Itu sangat melecehkan negara Indonesia kita."

Kapolres Toba Samosir, AKBP Jidin Siagian, mengaku masih memeriksa dan mendalami motif Sahat bertindak bodoh.

"Masih diproses," kata dia pendek. (tribunnews.com/ar)

Senin, 11 April 2016

Zaskia Jadi Duta Pancasila, MPR Mengigau

Zaskia Gotik
Foto: bataranews.com
Jakarta (warkopPublik)--Aksi pedangdut Zaskia Gotik yang melecehkan lambang negara memang sudah membuat geram. Kini, ia justru didapuk menjadi Duta Pancasila oleh anggota DPR Ketua Fraksi PKB MPR, Abdul Kadir Karding. Hal ini menambah geram, salah satunya dari Pengurus Besar Al-Washliyah, Affan Rangkuti.

“Penghina Pancasila (Zaskia) jadi Duta Pancasila? Yang nunjuk mungkin lagi mengigau! Karena sudah jadi yurisprudensi sosial. Maka jangan heran jika esok lusa ada yang melakukan penghinaan Pancasila akan ditunjuk jadi Duta Pancasila juga,” kata Affan kepada citraindonesia.com, Minggu (10/4/2016).
Menurut Affan, keputusan anggota DPR tersebut menjadikan Zaskia sebagai Duta Pancasila akan berdampak ketidakjelasan pada pelaku kasus-kasus serupa.

“Mungkin lebih hebat lagi, teroris boleh jadi akan ditunjuk jadi Duta NKRI, penista agama akan ditunjuk jadi Duta Kerukunan Umat Beragama,” ungkapnya.

Pemilihan Zaskia sebagai Duta Pancasila juga dianggap keputusan sepihak, karena tidak melibatkan masyarakat untuk ikut memberikan pilihannya. Pasalnya, jika pemilihan Duta Pancasila melibatkan masyarakat, sudah tentu bukan Zaskia yang terpilih.

“Ini bentuk kekecewaan pada MPR dengan seenaknya angkat penghina pancasila jadi Duta Pancasila. Mereka harusnya sebagai elected by the people harus tanya masyarakat dulu, jangan asal angkat asal tunjuk saja, Al-Washliyah minta mereka semua dicekal. Eh malah diangkat jadi Duta Pancasila, itu namanya mengingau,” tutupnya.

Seperti diketahui, Zaskia memang banyak berusaha untuk bisa keluar dari kasus yang menjeratnya dengan datang di banyak acara berbau Pancasila dan gedung DPR. Hasilnya, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) MPR menunjuk Zaskia sebagai Duta Pancasila pada Kamis (7/4/2016) lalu. (citraindonesia/ar)

Sabtu, 09 April 2016

Penyanyi Dangdut Irma Bule Tewas Digigit Kobra Saat Bernyanyi

Irma Bule saat manggung. Foto: NET
Karawang (WarkopPublik)--Kepergian Irmawaty (29) atau biasa disapa Irma Bule akibat digigit ular kobra yang dibawanya saat menyanyi dangdut menyisakan sebuah keinginannya yang belum terpenuhi.

Semasa hidup, Irma berjuang keras mengumpulkan uang untuk memberangkatkan kedua orangtuanya menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.

Uang itu dikumpulkannya tidak hanya dari kegiatannya menyanyi dari satu panggung ke panggung lain. Ia juga menyisihkan uang dari usaha berjualan online yang telah ditekuninya beberapa tahun terakhir.

Hal itu disampaikan oleh Dida (24), keponakan Irma, saat menemani Warta Kota yang mengunjungi rumah Irma di Dusun Pawarengan, Desa Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Untuk sampai ke rumah Irma, harus melewati jalan yang kondisinya kurang baik. Ketika hujan, jalan tersebut tergenang air.

Nama Irma cukup dikenal di Karawang dan Purwakarta. Hampir semua tukang ojek yang mangkal di jalan tersebut tahu di mana rumahnya.

Jaraknya sekitar 5 km dengan menyusuri jalan kampung. Kediaman Irma ada di dalam gang di jalan tersebut, tidak jauh, hanya sekitar 100 meter.

Ketika Warta Kota mendatangi rumah almarhumah, Rabu (6/4/2016) sore, suasana di gang rumah tersebut sepi. Sebuah tenda dan kursi-kursi plastik ditumpuk di depan rumah berwarna cat hijau dan berhalaman luas tersebut.

Saat itu, terdengar lantunan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh seseorang di dalam rumah tersebut.

Suami sedih

Andri (35), suami Irma, juga ada di sana. Ia tidak bersedia diwawancara perihal meninggalnya sang istri.

Wajah Andri memperlihatkan perasaan emosi dan sedih. Sedih ditinggalkan mendadak oleh sang istri. Emosi karena dirinya merasa sama sekali tidak ada pertanggungjawaban dari kelompok musik yang mengajak Irma untuk manggung.

Selain itu, Andri juga merasa kecewa terhadap media massa yang banyak memberitakan hal-hal tidak benar soal istrinya.

Menurutnya, selama ini, tidak pernah ada konfirmasi kepada dirinya sebelum pemberitaan yang banyak beredar menjadi konsumsi publik. Dari yang dia ketahui, semua sumber bukanlah dari sumber utama, yakni keluarga Irma.

Kendati demikian, Andri mengizinkanWarta Kota untuk melihat-lihat barang peninggalan Irma dan mengambil foto di rumah mereka.

Keponakan Irma, Dida (24), menceritakan sedikit kisah hidup Irma. Benda-benda peninggalan seperti sepatu, boneka, hingga pakaian Irma memiliki ruang sendiri dan ditempatkan di tiga lemari kaca berbeda. Jumlahnya ada puluhan.

Dida menyebutkan bahwa benda-benda tersebut bukan dijadikan koleksi saja, sebagian di antaranya juga dijual oleh Irma melalui media sosial.

"Sehari-hari, bibi (panggilan Dida terhadap Irma) memang jualan online di Instagram, Facebook. Kadang ada teman-teman artisnya juga pada ke sini lihat-lihat," kata Dida.

Sepengetahuan Dida, sejak beberapa tahun belakangan Irma menjalani usaha jual-beli barang-barang tersebut.

Menurut Dida, kegiatan utama Irma adalah jual beli online, bukan menyanyi. Itu dilakukannya sembari mengurus tiga buah hatinya, Bunga (8), Mawar (6), dan Kiran (4).

Dida tidak pernah tahu dari mana Irma mendapatkan barang-barang tersebut. Yang ia tahu, setiap kali Irma pulang manggung dari luar kota, barang barunya selalu bertambah.

"Kalau lagi manggung di Jakarta, Bandung, kadang juga saya enggak tahu, tiba-tiba barang jualan bibi sudah banyak aja," kata dia.

Impian umrah

Dida mengenal Irma sebagai perempuan mandiri. Mendiang juga memiliki tekad besar untuk membahagiakan keluarganya.

Menurut dia, sebagian uang yang dikumpulkan Irma saat menyanyi dari satu panggung ke panggung ataupun dari berjualan online digunakan untuk memberangkatkan kedua orangtuanya berangkat ke Tanah Suci.

"Bibi mah orangnya pekerja keras, jarangngeluh, dari dulu pernah bilang penginberangkatin keluarganya umrah," kata Dida.

Sejak kecil Irma bercita-cita menjadi penyanyi. Ia kerap mengikuti lomba menyanyi, baik di sekolah maupun kabupaten. Beberapa kali ia pulang dengan menyandang juara.

Yang terbaru, kata Dida, Irma pernah memberitahu dirinya jika lolos audisi kontes pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia. Namun, kesempatan emas tersebut tidak diambil karena ia tidak bisa ke Jakarta dan meninggalkan anak-anaknya.

Dida mengatakan, atraksi panggung Irma bersama ular baru dilakukannya sekitar tiga tahun belakangan. Menurut dia, tidak ada tujuan apa pun dengan atraksi itu selain keberanian Irma.

"Bibinya memang orangnya berani, mungkin pengin coba-coba, sama pawangnya juga sudah kenal dekat," kata dia.

Dida menuturkan, beberapa bulan lalu Irma pernah mengutarakan keinginannya untuk meninggalkan dunia tarik suara dan fokus mengurus keluarga.

"Banyak juga yang ngundang, tapi ditolak sama bibi karena lagi males," kata Dida.

Meninggalnya Irma masih menyisakan sesal bagi orang-orang di sekitarnya. Di mata tetangga, Irma dikenal sebagai sosok yang sederhana. Setiap pagi jika tidakmanggung, Irma kerap kali membeli sayur-mayur di warung sebelah rumahnya.

"Sukanya beli sayur aseman, ikan asin, katanya kalau makan ayam bosen," katanya.‎ (kompas.com/ar)