Running Text

ADVOKASI HAJI DARI DAN UNTUK JAMAAH (KLIK DI SINI) PENINGKATAN LAYANAN HAJI 2017 BUKAN CERITA 'DONGENG' (KLIK DISINI) ABDUL DJAMIL, PEMIKIR CERDAS DAN TOKOH PERUBAHAN HAJI INDONESIA (KLIK DISINI) AFFAN RANGKUTI: SELAMAT DATANG JEMAAH HAJI INDONESIA SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE-71, NKRI HARGA MATI” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “SELAMAT JALAN JEMAAH HAJI INDONESIA 2016 SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI REGULER TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) KEMENAG DAN DPR SEPAKATI BPIH 2016 TURUN 132 USD DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI KHUSUS TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) SELAMAT ATAS KEMENANGAN MUSA LA ODE ABU HANAFI YANG MERAIH JUARA KETIGA DALAM AJANG MUSABAQAH HIFZIL QURAN (MTQ) INTERNASIONAL DI MESIR SELAMAT ATAS LAHIRNYA CUCU PRESIDEN JOKO WIDODO DASAR HUKUM MENJERAT TRAVEL HAJI DAN UMRAH NAKAL (KLIK DISINI) POTENSI PDB INDUSTRI JASA UMRAH 16 TRILYUN RUPIAH PER TAHUN JOKOWI AJAK TWITTER SEBARKAN PESAN TOLERANSI DAN PERDAMAIAN MENAKAR INDUSTRI JASA HAJI DAN UMRAH NASIONAL DI ERA PASAR BEBAS ASEAN SELAMAT ATAS PELANTIKAN SOETRISNO BACHIR MENJADI KETUA KEIN KAPOLRI BERTEKAD PERANGI AKSI TEROR

Sabtu, 23 April 2016

Aku Lupa, Ya Rabb Maafkan Aku

Ilustrasi
Jakarta (WarkopPublik)--Telapak tangan kita saat lahir tak lebih dari seruas jari orang dewasa. Hanya menangis yang kita tahu ketika lapar, haus ataupun sakit, mengadu pada ibu dan ayah. Hanya tertawa yang kita tahu mungkin saat kita merasa senang hati dengan candaan ibu atau cilukba nya ayah.

Ibu menjaga, merawat dan membesarkan kita. Ayah menafkahi kita dengan tenaga, keringat dan perjuangannya. Mereka hidup untuk kita, karena kita adalah buah cinta dan kasih mereka. Mereka tak kenal menyerah, lelah mereka sirna hanya dengan senyum mungil yang kita berikan.

Saat kita beranjak dewasa, tanpa sadar sering kita membuat mereka sedih. Kita bantah seolah kita lebih pintar dan cerdas dari mereka. Tahukah bahwa nada yang kita kenal dalam syair dikenalkan mereka pada kita, setidaknya nada syair cicak cicak di dinding. Begitu juga dengan nama-nama benda, satwa, tumbuhan yang ada disekeliling kita, merekalah yang mengenalkan. Angka dan huruf juga merekalah yang mengenalkan.

Ibu, Ayah sering mengingatkan kita agar tak telat makan, mengerjakan ibadah dan lainnya. Kita malah mengatakan mereka bawel, mereka cerewet. Ayah mengingatkan kita menghargai waktu, kita katakan ayah sok tahu. Ibu meminta agar kita memberi kabar ketika kita berpergian, kita katakan ibu mau tahu. Mereka sayang sama kita. Ayah, ibu hanya diam dan tak mau berdebat dengan kita. Tahukah kita bahwa jauh dilubuk hati mereka, mereka selalu berdoa untuk kita, untuk kebaikan dan hal yang terbaik bagi kita hari ini esok dan selamanya. Mereka memberikan yang terbaik baik kita, tak mengharapkan apapun dari kita nantinya. Karena kita adalah buah cinta mereka, buah hati, pelita bagi mereka ketika mereka menua nanti.

Saat kita dewasa, ketika kita mandiri, kita sukses, kita berhasil. Mereka tersenyum bangga. Ketika kita susah, merekalah yang sebenarnya sangat susah. Mereka berfikir keras bagaimana agar kita maju dan berubah.

Hari, bulan, tahun terus berjalan dan yang hanya dalam benak mereka adalah untuk memberikan yang terbaik bagi kita. Bahkan hal yang bersifat ibadah pun mereka lupakan untuk itu. Hingga diusia mereka yang mulai menua, kita lupa bahwa mereka belum berhaji, belum berumrah. Bukan mereka tidak mau saat mereka muda dulu. Namun mereka khawatir meninggalkan kita saat mereka berada di Tanah Suci.

Saat kita dewasa dan saat itu pula mereka mulai menua, sepertinya ibadah haji dan umrah menjadi impian mereka yang belum tercapai. Mereka sadar, mereka tak mampu melaluinya jika tidak didampingi. Mengatakan kepada kitapun mereka sungkan, karena kita sudah tidak sendiri lagi, ada istri dan anak. Mereka tak ingin menyusahkan kita.

Selalu mereka berdoa untuk dapat berkunjung ke Tanah Suci. Hanya itu yang mereka perbuat ditengah menuanya tubuh. Tahukah kita akan itu? Pernahkah kita menyatakan impian mereka dengan mendaftarkan mereka untuk dapat beribadah. Beribadah bersama mereka, mendampingi mereka, mengurus segala sesuatunya, dan menggendong mereka ketika mereka letih saat beribadah nanti?

Mungkin kita tidak tahu, karena kita sibuk dengan dunia kita sekarang. Kita tak tahu bahwa ada doa yang dipanjatkan mereka ketika malam dengan cucuran air mata dan mengadu pada Ilahi Rabbi agar diberikan jalan kepada mereka untuk dapat berkunjung ke Baitullah.

Ya Rabb maafkan kelupaanku, Ya Rabb ampunkan aku. Masih ada kesempatan ya Rabb, masih ada kesempatan untuk meraih surga itu ketika Ayah dan Ibuku masih ada. (ar/ar)

Senin, 18 April 2016

Perlihatkan Tubuh Bagian Atas, Nikita: Jakarta Panas Banget Yak


Nikita Mirzani. Foto: Adrian Putra/Bintang.com
Jakarta (WarkopPublik)--Penampilan Nikita Mirzani selalu mengundang sorotan publik. Terlebih dengan penampilan seksinya dalam berbagai kesempatan, tak terkecuali saat menghadiri sebuah acara di Senayan City, baru-baru ini.

"Kan gua datangnya ke acara fashion show, jadi nyaman aja. Kan gua selalu jadi artis kontroversi jadi biasa aja. Cari pahala aja gua mah," tuturnya tersenyum.

Dalam kesempatan itu, Nikita mengenakan gaun warna pastel hingga memperlihatkan tubuh bagian atasnya. Ibu dua orang anak tersebut beralasan gaun terbukanya tersebut dipakai lantaran kondisi Jakarta yang sedang panas.

"Jakarta panas banget yak, malam aja kepanasan juga gua," kilah Nikita.

Bagi Nikita Mirzani, ia tak mau ambil pusing dengan komentar dari masyarakat yang bernada miring. Malah, ia dengan terus terang menyebut dirinya sebagai artis kontroversi. (Bintang.com/ar)

Waw! Si Cantik Tamara Bleszynski Pernah Dekat dengan Pria Penjambak Rambutnya


Grafis penganiayaan yang dialami Tamara Bleszynski
Foto: Tribun Bali/Prima/Dwi S
Bali (WarkopPublik)--WS, pria yang dilaporkan menganiaya lewat cara menjambak rambut Tamara Bleszynski (41) ternyata pernah menjalin hubungan dekat dengan mantan istri Mike Lewis itu.

Pria berusia 40 tahun itu ternyata beberapa tahun lalu dikenal sebagai seorang miliarder.

Kekayaan WS tak tanggung-tanggung, mencapai 8 miliar rupiah.

Berdasarkan keterangan sumber terpercaya yang dikutip Tribun Jabar dari Tribun Bali saat ditemui di Banjar Padang Linjong, Jumat (15/04/2016), diketahui WS mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya dari bisnis makelar tanah dan bisnis properti di Bali.

Karena kekayaannya ini pula ketika masa jayanya, lelaki yang masih membujang ini memiliki teman-teman golongan ekonomi kelas atas dan orang terkenal.

Tamara Bleszynski, salah satu yang dikenal WS. Tamara dan WS pun diketahui ternyata pernah menjalin hubungan sebagai teman dekat.

Kelian Dinas Banjar Padang Linjong, I Made Sumadi, membenarkan WS beberapa tahun lalu, merupakan orang berada dan berteman dengan orang-orang kelas atas.

Namun dia mengaku tidak tahu warganya itu memiliki hubungan dekat dengan Tamara. Sebab, meskipun dikenal baik di Banjar, WS jarang bersosialisasi.

"Saya tidak tahu beliau pernah berteman dekat dengan Tamara. Tapi, yang jelas dulu beliau orang berada. Sering mengerjakan proyek-proyek hotel dan vila. Saya tidak menduga dia melakukan perbuatan ini pada Tamara, soalnya kami kenal dia sebagai orang baik. Meski jarang bergaul, tapi kalau bergaul orangnya asik,” ucapnya.

Sayang pertemanan Tamara dan WS tak berlanjut. Hubungan itu berakhir setelah WS bangkrut.

“WS dan Tamara pernah dekat, tapi tidak pacaran. Tapi setelah bangkrut, Tamara menjauhinya," ujar sumber Tribun Bali (Tribunnews.com Network), yang merupakan teman WS.

Teman WS ini menyimpulkan WS menganiaya Tamara karena sakit hati. Saat ia terpuruk, cintanya tak bersambut, bahkan Tamara kerap memanas-manasinya.

"WS menjadi begini pada Tamara karena sakit hati. Uang habis, orang yang dicintainya juga mencampakannya, dan sering Tamara ini memanas-manasi WS dengan memperlihatkan cowoknya." (tribunjabar.co.id/ar)

Maudy Ayunda dan Gigi Kelincinya

Maudy Ayunda. Foto: Gadis.co.id
Jakarta (WarkopPublik)--Maudy Ayunda begitu bangga dengan dua gigi depannya yang serupa gigi kelinci, sampai-sampai ia labeli sebagai anggota tubuh favorit.

"Itu ciri khasku, kalau senyum orang bisa nebak kalau itu aku," kata Maudy di Jakarta, Kamis lalu (31/03/2016).

Selain gigi kelinci, gadis 21 tahun ini paling suka dengan bibir yang biasa dihiasi dengan lipstik warna-warni sesuai nuansa hatinya.

Beranjak dewasa, mahasiswi Universitas Oxford ini mulai mencoba bereksperimen dalam mempercantik diri, mulai dari gaya natural yang cocok untuk seusianya hingga dandanan edgy.

Aktivitas di dunia hiburan juga membuat Maudy mau tak mau bersentuhan dengan make up. "Aku suka eksplorasi, sekarang lagi suka lipstik matte dan warna pink," tutur brand ambassador L'Oreal Indonesia terbaru itu. (tempo.co/ar)

Episode Cinta Chiko Hakim dan Yuni Shara

Yuni Shara. Foto: Galih W. Satria/Bintang.com)
Jakarta (WarkopPubik)--Setelah putus dari Raffi Ahmad, Yuni Shara akhirnya melabuhkan hati kepada Chiko Hakim. Dengan status janda-duda, Yuni dan Chiko mengaku dapat menjalani hubungan asmara mereka dengan lebih dewasa.

Diakui Yuni, dirinya sudah melupakan kenangan masa lalu. Begitu pun dengan Chiko yang merupakan mantan suami Wanda Hamidah.

"Saya menjanda sudah delapan tahun, kemarin itu episode-episode yang sudah saya jalani. Saat punya pacar tiga tahun, terus buat sekarang ketemu orang yang enak. Ada teman ngobrol," ujar Yuni Shara, saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Sebagai janda dua anak, Yuni berharap dapat menjalani hubungan dengan Chiko secara sehat. Apalagi kini pelantun Jatuh Cinta Lagi itu sudah menatap ke depan tanpa menoleh ke belakang.

“Saya pengin hubungan yang sehat. Saya menjalin hubungan dengan orang yang sama-sama menjalani ke depan saja. Ngapain mikirin yang sudah-sudah?" kata Yuni Shara.

"Pokoknya sekarang meneruskan hidup. Terserah yang lain-lain Allah yang atur. Kalian tanya begitu pun saya enggak bisa menjawab. Saya mau cari nafkah juga, anak-anak masih sekolah dan harus membiayai itu semua," ujar Yuni Shara. (liputan6.com/ar)

Jokowi Puji Hafiz Cilik Musa Raih Juara Tiga Hafiz Quran Internasional di Mesir

Musa (dua dari kanan) telah mengharumkan nama Indonesia
dalam ajang perlombaan Musabaqah Hifzil Quran (MHQ)
 Internasional Sharm El Sheikh, di Mesir.
Foto: FACEBOOK/La Ode Abu Hanifa

Jakarta (WarkopPublik)--Presiden Jokowi mengungkapkan rasa bangga terhadap prestasi yang diraih Musa La Ode Abu Hanafi yang meraih juara ketiga dalam ajang Musabaqah Hifzil Quran (MTQ) Internasional di Mesir, baru-baru ini.

"Kita bangga dg prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir -Jkw," tulis jokowi melalui akun twitter pribadinya.

Tweet Jokowi tersebut telah diunggah hari ini Minggu (17/04/16) dan telah disukai lebih dari 2.145 dan dibagikan lebih dari 2.294 oleh kalangan netizen.

Beragam komentar juga disampaikan oleh netizen salah satunya seperti disampaikan pemilik akun @agnie_onlineshop yang menulis

"@jokowi terlebih dia memakai batik pak *membanggakan sekali," tulisnya.

Seperti diketahui bocah laki-laki berusia 7 tahun ini, ia telah mengharumkan nama Indonesia dalam ajang perlombaan Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional Sharm El Sheikh, di Mesir.

Bocah tersebut ialah Musa La Ode Abu Hanafi berusia 7 tahun asal Indonesia yang telah menorehkan prestasi dengan menjuarai peringkat ketiga dalam kategori hafalan Alquran 30 Juz untuk anak-anak dalam perlombaan Internasional yang berlangsung di Mesir.

"Musa telah membuat bangsa lain mencintai Indonesia," ungkap Lauti Nia Sutedja selaku koordinator pendidikan, sosial dan fungsi budaya di Kedutaan Besar Indonesia di Kairo, Mesir dalam siaran pers, dikutip melalui situs hawzahnews.

Dalam perlombaan tersebut diikuti oleh 80 peserta Internasional dari 60 negara seperti Mesir, Sudan, Arab Saudi, Kuwait, Maroko, Chad, Algeria, Mauritania, Yemen, Bahrain, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, Australia, Ukraina dan Indonesia.

Musa merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang mengikuti kompetisi tersebut dan menjadi peserta paling muda diantara peserta lainnya yang berusia 10 tahun ke atas.

Walaupun hanya menempati peringkat ketiga, Musa asal Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung telah mampu membaca Alquran dengan sangat tepat di usianya yang masih muda. (bangka.tribunnews.com/ar)

'Kasus Sumber Waras layak Ditingkatkan ke Penyidikan'


Anggota Komisi Hukum DPR Sufmi Dasco Ahmad
meminta KPK meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan
pembelian lahan RS Sumber Waras.
Foto: CNN Indonesia/Riva Dessthania Suastha
Jakarta (WarkopPublik)--Anggota Komisi III DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok agar menghormati Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan soal pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras. Menurut Sufmi dalam LHP tersebut jelas menunjukkan adanya kerugian keuangan negara mencapai Rp191 miliar dan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan dalam kasus ini.

Ahok ketika dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut BPK ngaco dalam laporannya. Menurut Sufmi pemimpin Jakarta itu seharusnya melihat betul apa yang dilaporkan BPK. “Adanya unsur kerugian negara dalam proses pembelian lahan RS Sumber Waras Jakarta Barat haruslah dihormati semua pihak. Termasuk Ahok dan para pendukungnya,” kata Sufmi kepada CNNIndonesia.com, Ahad (17/04/2016).

Laporan Hasil Pemeriksaan BPK soal Sumber Waras menurut Sufmi juga harus dihormati Presiden Joko Widodo. BPK kata dia adalah lembaga yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 15 tahun 2006 tentang BPK sebagai lembaga negara yang bertugas untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

Hal ini ditegaskan pula dalam Pasal 10 ayat 1 UU No. 15 tahun 2006 yang berisi bahwa BPK berwenang menilai dan menetapkan jumlah kerugian keuangan negara yang diakibatkan perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai.

“Dengan demikian hasil audit BPK harus diterima sebagai dokumen hukum yang sah dan memiliki kekuatan pembuktian karena dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang dan telah dilakukan melalui standar pemeriksaan yang benar,” ujar Sufmi.

Melihat hal tersebut Sufmi berpandangan bahwa kasus ini layak dinaikkan ke tingkat penyelidikan. “Sudah sepatutnya secara hukum KPK meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan dalam kasus Sumber Waras ini,” kata dia.


Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri menyatakan, lembaga itu memang dilarang menyampaikan hasil audit investigasi kepada pihak terkait. Dalam hal audit investigasi atas pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, BPK tidak boleh menyampaikan hasilnya kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.


Pernyataan ini disampaikan Tenaga Ahli BPK Parwito menanggapi ucapan Ahok—sapaan Basuki—yang menyebut BPK menyembunyikan laporan audit investigasi itu tanpa memberikan langsung kepada dirinya. Parwito menjelaskan, mengungkap laporan audit investasi termasuk satu dari sejumlah larangan yang diberlakukan kepada BPK.


“Harus dibedakan antara audit investigasi dengan general audit. BPK justru dilarang memberikan hasil audit investigasi itu kepada pihak terkait, kepada Pak Ahok atau kepada Pemprov Jakarta,” kata Parwito.


Menurut Parwito, pihak yang berwenang membeberkan hasil audit itu adalah aparat penegak hukum yang meminta BPK melakukan audit investigasi. Dalam hal pembelian lahan Sumber Waras, audit investigasinya diminta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Agustus 2015 sehingga laporannya juga diserhakan kepada lembaga antirasuah itu. (cnnindonesia.com/ar)