Running Text

ADVOKASI HAJI DARI DAN UNTUK JAMAAH (KLIK DI SINI) PENINGKATAN LAYANAN HAJI 2017 BUKAN CERITA 'DONGENG' (KLIK DISINI) ABDUL DJAMIL, PEMIKIR CERDAS DAN TOKOH PERUBAHAN HAJI INDONESIA (KLIK DISINI) AFFAN RANGKUTI: SELAMAT DATANG JEMAAH HAJI INDONESIA SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE-71, NKRI HARGA MATI” AL WASHLIYAH MENGUCAPKAN “SELAMAT JALAN JEMAAH HAJI INDONESIA 2016 SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR” DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI REGULER TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) KEMENAG DAN DPR SEPAKATI BPIH 2016 TURUN 132 USD DAFTAR NAMA BERHAK LUNAS HAJI KHUSUS TAHAP I TAHUN 2016 (KLIK DISINI) SELAMAT ATAS KEMENANGAN MUSA LA ODE ABU HANAFI YANG MERAIH JUARA KETIGA DALAM AJANG MUSABAQAH HIFZIL QURAN (MTQ) INTERNASIONAL DI MESIR SELAMAT ATAS LAHIRNYA CUCU PRESIDEN JOKO WIDODO DASAR HUKUM MENJERAT TRAVEL HAJI DAN UMRAH NAKAL (KLIK DISINI) POTENSI PDB INDUSTRI JASA UMRAH 16 TRILYUN RUPIAH PER TAHUN JOKOWI AJAK TWITTER SEBARKAN PESAN TOLERANSI DAN PERDAMAIAN MENAKAR INDUSTRI JASA HAJI DAN UMRAH NASIONAL DI ERA PASAR BEBAS ASEAN SELAMAT ATAS PELANTIKAN SOETRISNO BACHIR MENJADI KETUA KEIN KAPOLRI BERTEKAD PERANGI AKSI TEROR

Senin, 18 Januari 2016

Investasi Bodong Marak Seperti Ada Dan Tiada


Jakarta (KabarPublik)--Pengurus ALZIS PB Al Washliyah Affan Rangkuti mengatakan, korban investasi bodong terus berjatuhan sepanjang tahun. Ia menilai, rakyat yang tak melek finansial selalu menjadi korban para penipu berkedok pengusaha sukses yang mampu menularkan kekayaannya dalam sekejap tanpa kerja keras kepada mereka yang bermodal.

“Investasi dengan keuntungan 10%-15% perbulan itu tidak masuk akal. Masuk akal bagi orang yang mau berinvestasi dan siap kehilangan uangnya dan jangan menyesal,” kata Affan, Minggu (6/12/2015).

Ia menjelaskan, pada tahun 1998-1999 ada PT Banyumas Mulia Abadi (BMA), Hygamnet, dan New Era yang melakukan bisnis investasi seperti ini. Tiba-tiba menghilang bersama miliaran rupiah uang para membernya.

“Untuk itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jangan seperti ada dan tiada. Tugasnya harus melindungi rakyat dari godaan para pengusaha yang siap lari. Ini malah kok seperti melempem. Apa menunggu umat hilang uang. Umat gak ngerti masalah beginian, OJK harus turun lapangan dan stop bisnis ini. Jangan nunggu pengaduan dan duduk di belakang meja kantor,” kritisi Affan.

Lanjutnya, OJK harus bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI juga jangan anggap remeh hal ini. Ini bisa membuat umat malas kerja, makan riba dan akhirnya mempengaruhi akidah. Hancurlah moral umat kalau dibiarkan. (Citraindonesia/ar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar