Jakarta (KabarPublik)--Pengurus ALZIS PB Al Washliyah Affan Rangkuti mengatakan, korban investasi bodong terus berjatuhan sepanjang tahun. Ia menilai, rakyat yang tak melek finansial selalu menjadi korban para penipu berkedok pengusaha sukses yang mampu menularkan kekayaannya dalam sekejap tanpa kerja keras kepada mereka yang bermodal.
“Investasi
dengan keuntungan 10%-15% perbulan itu tidak masuk akal. Masuk akal bagi orang
yang mau berinvestasi dan siap kehilangan uangnya dan jangan menyesal,” kata
Affan, Minggu (6/12/2015).
Ia
menjelaskan, pada tahun 1998-1999 ada PT Banyumas Mulia Abadi (BMA), Hygamnet,
dan New Era yang melakukan bisnis investasi seperti ini. Tiba-tiba menghilang
bersama miliaran rupiah uang para membernya.
“Untuk
itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jangan seperti ada dan tiada. Tugasnya harus
melindungi rakyat dari godaan para pengusaha yang siap lari. Ini malah kok
seperti melempem. Apa menunggu umat hilang uang. Umat gak ngerti masalah
beginian, OJK harus turun lapangan dan stop bisnis ini. Jangan nunggu pengaduan
dan duduk di belakang meja kantor,” kritisi Affan.
Lanjutnya,
OJK harus bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI juga jangan
anggap remeh hal ini. Ini bisa membuat umat malas kerja, makan riba dan
akhirnya mempengaruhi akidah. Hancurlah moral umat kalau dibiarkan. (Citraindonesia/ar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar